Breaking News:

Sambut Ramadan Masyarakat Indonesia Lumrah dengan Tradisi Maaf-maafan, Ternyata Begini Hukumnya

Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Editor: Ilusi Insiroh
sajadahmuslim
Ilustrasi Bermaaf-maafan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Di Indonesia tradisi maaf-maafan menyambut datangnya bulan Ramadan adalah hal yang lumarh.

Hal ini dilakukan baik secara langsung atau melalui media sosial dan lainnya.

Nah, apakah hukum bermaaf-mafan sebelum memasuki bulan Ramadhan?

Baca: Polisi Benarkan Mayat yang Ditemukan di Pantai Laguna Orang Tua Citra Kharisma

Pertanyaan ini dijelaskan oleh Ustaz Ahmad Sarwat LC MA yang dikutip Rumah Fiqih Indonesia, Juni 2015 lalu seperti ini :

Sepanjang apa yang kami ketahui, sampai saat ini -wallahu a'lam- kami masih belum menemukan nash hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan atau mencontohkan kita untuk saling bermaafan, khususnya pada saat menjelang masuknya bulan Ramadan.

Entahlah barangkali ada ustadz atau ulama hadits yang menemukan dalilnya. Tentu kalau ada dan shahih serta eksplisit redaksinya, kita pun perlu untuk melakukannya.

Adapun bermaaf-maafan secara umum, tidak terkait dengn masuknya bulan Ramadhan, sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. 

Begitu banyak dalil untuk meminta maaf dan memberi maaf. Satu diantaranya adalah firman Allah SWT berikut ini:

Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS. Al-Baqarah: 109)

Demikian juga di dalam ayat lain disebutkan bahwa memaafkan orang lain adalah sifat orang bertaqwa. Sementara tujuan kita berpuasa adalah juga agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

Baca: Hujan Lokal, Jakarta Selatan dan Timur Diprakirakan Cocok Untuk Tidur Siang

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved