Tikam Warga Gunakan Celurit Hingga Luka, 3 Pemuda Diamankan Polsek Kebon Jeruk

Caranya yakni dengan menggerakan Posko Satgas anti tawuran yang didirikan di wilayah tersebut.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Polsek Kebon Jeruk Mengamankan Tiga Pelaku Tawuran 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Beberapa hari jelang Ramadan, tawuran terjadi di Pangkalan Bajaj, Jalan Asia Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (12/5/2018), dini hari.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam tawuran ini yakni SR (18), ASM (23) dan DD (18).

Baca: Ledakan Bom Hingga UU Terorisme Belum Disahkan, Fadli Zon Tanya Aparat yang Tanggung Jawab

Ketiganya diamankan lantaran menikam Sumbang Heryanto (23) dengan menggunakan celurit hingga korban mengalami pendarahan hebat.

"Mereka ini menikam korbannya pakai celurit hingga celurit itu menancap di punggung korban," ujar Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Martson Marbun di Mapolsek Kebon Jeruk, Senin (14/5/2018).

Baca: Relakan Diri Halangi Bom Hingga Tewas, Aloysius Bayu Aman dalam Dekapan KasihMu

Marbun mengatakan bentrokan ini terjadi lantaran beberapa hari sebelumnya satu diantara pelaku mengaku dipukul oleh pemuda wilayah Asia Baru.

"‎Pelaku itu enggak terima dan akhirnya ngajak warga Asia Baru untuk tawuran," ujar Marbun.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan.

Lebih lanjut, Marbun menyebutkan wilayah tersebut memang merupakan wilayah rawan tawuran di Kebon Jeruk.

Ia pun sudah mengantisipasi agar aksi semacam ini tak terjadi selama bulan Ramadan.

Caranya yakni dengan menggerakan Posko Satgas antitawuran yang didirikan di wilayah tersebut.

"Sudah saya sosialisasiIkan hampir satu bulan yang lalu. Dan selama ada Satgas antitawuran terbentuk, baru kali ini ada kasus tawuran kembali terjadi disana," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memasang spanduk antitawuran di seluruh wilayah Kebon Jeruk.

"Kita akan buat spanduk wilayah ini anti tawuran. Tapi kalau Kebon Jeruk yang rawan hanya di Patra," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved