Surabaya di Teror Bom

ICMI Kutuk Keras Aksi Terorisme dan Radikalisme di Indonesia

Jimly mengimbau, jangan sampai pernah ada dan terjadi lagi kekerasan di Indonesia.

ICMI Kutuk Keras Aksi Terorisme dan Radikalisme di Indonesia
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT THORIQ
Tim dari kepolisian mensterilkan area Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan, Jalan Arjuna Surabaya pasca ledakan pada Minggu (13/5/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengutuk keras serangkaian peristiwa kekerasan dan teror yang beberapa waktu terakhir terjadi di Indonesia.

ICMI mengajak seluruh tokoh bangsa aktif serta efektif membimbing sekaligus jadi teladan di kehidupan sosial kemasyarakatan mengenai pentingnya kerukunan hidup bersama yang damai untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Pernyataan ICMI tersebut disampaikan menyikapi tragedi meledaknya bom di tiga gereja di Surabaya yang menewaskan 28 orang dan 57 korban luka-luka.

Baca: Ais Bocah yang Selamat,Ternyata Anak Pelaku Bomber Penyerang Mapolrestabes Surabaya

"Semua insan berada harus mengutuk pengeboman rumah ibadah. Kelompok teroris di manapun harus dihadapi, jika tidak rumah ibadah akan hancur karena kebiadaban," ujar Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie, Senin (14/5/2018).

Ledakan bom berlokasi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pentekosta Pusat Jamaat Sawahan dan Gereja Kristen Indonesia Diponegoro.

Sebelumnya, juga terjadi peristiwa kekerasan di Markas Komando Brimob, dimana ratusan narapidana teroris melakukan perlawanan terhadap petugas dan merampas senjata sitaan.

Baca: Sederet Fakta Pelaku Bom Gereja Surabaya, Satu Keluarga Jadi Bomber dan Anggota JAD

Lima anggota Brimob tewas mengenaskan setelah sebelumnya disandera oleh para narapidana teroris. Sedangkan satu anggota Brimob berhasil dibebaskan oleh narapidana teroris.

Jimly mengatakan, kepada pelaku yang mengatasnamakan Islam untuk kekerasannya harus membaca Al Quran surah Al Hajj ayat 40 yang menjelaskan bahwa semua rumah ibadah harus dilindungi karena banyak menyebutkan nama Tuhan, termasuk gereja.

"Demikian pula untuk kasus bom di Surabaya. ICMI menyampaikan duka cita yang mendalam. Kita doakan yang terbaik untuk korban dan keluarganya. Dan kita bantu aparat untuk menegakkan hukum sebaik-baiknya juga segera," kata Jimly.

Jimly mengimbau, jangan sampai pernah ada dan terjadi lagi kekerasan di Indonesia.

Apalagi ulah terorisme yang sampai menghancurkan rumah ibadah.

"Memasuki Ramadhan 1439 Hijriah, diimbau agar umat Islam tetap tenang dan nyaman melaksanakan ibadah shaum sebagai bukti bahwa ajaran Islam adalah Rahmatan Lil Alamin dan tidak terpancing informasi yang dapat menghancurkan ukhuwah dan persatuan bangsa," tutur Jimly.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved