Usai Simulasi Pencoblosan, KPU Kota Bekasi Lakukan Bimtek ke Anggota KPPS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi bakal melakukan bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

Usai Simulasi Pencoblosan, KPU Kota Bekasi Lakukan Bimtek ke Anggota KPPS
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Simulasi pencoblosan dan penghitungan suara di TPS 55 Perumahan Bumi Satria Kencana, RW 22, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (13/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi bakal melakukan bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kegiatan bimtek itu merujuk pada hasil evaluasi simulasi pencoblosan dan pemungutan suara yang telah dilakukan KPU Kota Bekasi, pada Minggu (12/5/2018).

Komisioner KPU Kota Bekasi bidang Kampanye dan Sosialisasi Nurul Sumarheni mengatakan, rencana bimtek tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan teknis para anggota KPPS pada saaat pemungutan dan penghitungan, 27 Juni 2018 mendatang.

Baca: Ais, Anak Pelaku Bom Polrestabes Surabaya: Selamat Berkat Campur Tangan Tuhan dan Jago Bela Diri

Baca: Bikin Terobosan, Ditlantas Polda Metro Jaya Buka Gerai Samsat Pasar Pagi Mangga Dua

"Seperti halnya pemilihan formulir C6 berdasarkan jenis kelamin dan disabilitas, hingga penentuan sah atau tidaknya surat suara saat penghitungan," kata Nurul kepada TribunJakarta.com, Selasa (15/5/2018).

Pada saat simulasi kemarin lanjut Nurul, masih terdapat kekurangan dalam hal teknis, hal itu terjadi lantaran masih banyak KPPS yang belum menguasi materi secara penuh yang ada di buku panduan.

"Belum sepenuhnya menguasai, karena mereka juga baru dapat buku panduan satu hari sebelum simulasi, sehingga KPPS masih belum menguasi skil teknis di lapangan," lanjut Nurul.

Untuk itu kata Nurul, bimtek nanti diharapkan bisa menjadi kesempatan anggora KPPS untuk mengasah penguasaan teknis pemungutan dan penghitungan suara.

"Dalam waktu dekat ini, karena memang penguasaan teknis yang memadai dapat menjadi faktor kelancara selama proses pemungutan dan penghitungan suara," jelas Nurul.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved