Rumahnya Diberi Garis Polisi, Tetangga Terduga Teroris Ini Harus Utang untuk Beli Susu
Ia mengaku tidak membawa uang untuk membeli makan dan kebutuhan anaknya untuk meminum susu.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PINANG - Vera, tetangga di samping rumah terduga teroris di Tangerang tidak bisa masuk ke kediamannya.
Pasalnya, kawasan di sekitar rumah Vera mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian.
Vera beserta suami dan anaknya, yang memiliki usaha jual ikan hias tersebut, tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumahnya.
Baca: Menegangkan! Begini Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Tangerang Versi Saksi Mata
Ia mengaku tidak membawa uang untuk membeli makan dan kebutuhan anaknya untuk meminum susu.
Vera pun terpaksa utang di warung sebelahnya untuk membeli susu anaknya.
"Anak saya ngambil susu aja ngutang dulu di warung," ujarnya kepada TribunJakarta.com, pada Rabu (16/5/2018).
Vera juga mengeluhkan tidak bisa membeli makan untuk dirinya dan keluarga karena tidak membawa uang.
Baca: 4 Fakta Ipda Auzar, Guru Ngaji yang Gugur Ditabrak Mobil Teroris di Mapolda Riau
Uangnya berada di dalam rumah, dan tidak sempat membawanya saat diminta mensterilkan rumahnya.
"Ia enggak boleh masuk, mau makan aja enggak punya duit mas. Mau makan enggak punya duit mau masuk enggak boleh," ujarnya.
"Saya bukan enggak punya duit mas, ada tapi di dalam, enggak boleh masuk," lanjutnya.
Saat ini rumahnya masih dilintangi garis polisi, dan dijaga tiga aparat polisi dengan senjata lengkap.
Diketahui, polisi operasi penangkapan terduga teroris di Jalan Gempol Raya, Tangerang.
Polisi menangkap tiga orang dari kawasan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/teroris-tangerang_20180516_181148.jpg)