Kasus Terorisme

Mantan Teroris Bom Bali Beberkan Fakta Mendasar Jamaah Ansahoru Daulah Sampai Incari Polisi

Salah satu otak dalam Bom Bali 2002, Ali Imron, membeberkan sejumlah hal terkait kasus terorisme yang belakangan merebak di Indonesia.

Mantan Teroris Bom Bali Beberkan Fakta Mendasar Jamaah Ansahoru Daulah Sampai Incari Polisi
TribunJakarta.com/Ferdinand Waskita
Pelaku Bom Bali I, Ali Imron. TRIBUNJAKARTA.COM/FERDINAND WASKITA 

Laporan Wartawan Surya, Putra Dewangga Candra Seta

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - Salah satu otak dalam Bom Bali 2002, Ali Imron, membeberkan sejumlah hal terkait kasus terorisme yang belakangan merebak di Indonesia.

Ali Imron memastikan ia bukanlah bagian ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah, yang dalam dua tahun belakangan melancarkan aksi serangan teror di Irak, Suriah, termasuk berkembang di Indonesia.

Adik Amrozi ini mengatakan dirinya waktu Bom Bali I masuk dalam kelompok Jamaah Islamiyah yang berbeda dengan ISIS.

Jamaah Islamiyah selalu dierat-hubungkan dengan Alqaida, maka Jamaah Ansaru Daulah bagian dari ISIS.

Dilansir dari tayangan TV One pada 2017, saat diwawancarai Karni Ilyas, Ali imron mengaku sewaktu menjadi teroris, ISIS belum terbentuk.

Ia membeberkan perbedaan mendasar antara Jamaah Islamiyah dan JAD dan sejumlah fakta.

Jaringan Islamiyah melakukan serangkaian teror dipicu kondisi umat Islam yang merasa dipojokkan.

"Kami itu selalu menyasar target karena sebelumnya ada permasalahan, misalnya bom gereja itu karena adanya kerusuhan di Ambon dan Poso sebelumnya," ungkap Ali Imron

"Bom Bali itu karena penyerangan Amerika kepada Afganistan, kemungkinan di lokasi tersebut (Bali) banyak orang-orang Amerika di sana," ia menambahkan. 

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved