Warga Surabaya Tolak Pemakaman Pengebom Gereja, Walikota Risma Minta Fatwa MUI

"Semoga bisa mengurangi potensi gesekan dengan warga karena ini sulit bagi saya," ucap Risma.

Editor: Erik Sinaga
YouTube
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal penolakan warga terhadap rencana pemakaman jenazah pelaku bom bunuh diri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Putat Gedhe, Surabaya.

"Saya sudah berkirim surat kepada MUI untuk minta fatwa, agar menjelaskannya lebih mudah kepada warga, kita tunggu saja apa nanti fatwanya," kata Risma di Convention Hall Surabaya, Jumat (18/5/2018).

Baca: Gugatan Dikabulkan, Istri Polisi yang Dibunuh Teroris saat Idul Fitri Dapat Kompensasi Rp 600 Juta

Risma mengaku tidak berani mengambil keputusan soal peristiwa itu, maka menurut dia, meminta fatwa dari MUI adalah jalan terbaik.

"Semoga bisa mengurangi potensi gesekan dengan warga karena ini sulit bagi saya," ucap Risma.

Baca: Polisi Tangkap 2 Penjual Miras yang Nekat Jualan di Bulan Ramadan

Seperti diberitakan, warga di sekitar makam Putat Gedhe di Kecamatan Sawahan, Surabaya, memberhentikan proses penggalian sejumlah lubang makam kemarin sore.

Mereka menduga kuat lubang itu untuk makam para pelaku bom bunuh diri gereja di Surabaya. Komplek pemakaman umum Putat Gedhe berlokasi di Kelurahan Putat Gedhe, Kecamatan Sawahan Surabaya.

Lokasi tersebut kerap digunakan untuk memakamkan jenazah yang tidak beridentitas. Puluhan korban kapal tenggelam yang ditumpangi imigran gelap asal Timur Tengah pernah dimakamkan di komplek makam tersebut pada 2012 lalu. (Achmad Faizal)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Warga Tolak Pemakaman Pelaku Bom Gereja, Risma Minta Fatwa MUI

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved