Kasus Terorisme

Rumah Terduga Teroris di Kampung Siluman Digeledah, Sekantung Paku Polisi Sita

Polsek Tambun membenarkan penggeledahan empat rumah kontrakan terduga teroris di Kampung Siluman, RT 03/18, Tambun Selatan.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Y Gustaman
Istimewa
Polisi menggeledah empat kontrakan yang dihuni empat terduga teroris di Kampung Siluman, RT03 RW18, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (18/5/2018). ISTIMEWA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com,Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Polsek Tambun membenarkan penggeledahan empat rumah kontrakan terduga teroris di Kampung Siluman, RT 03/18, Desa Mangun Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (18/5/2018).

"Iya benar, waktu itu (Jumat) kita lakukan giat penggeledahan," ungkap Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sudjatmiko saat dikonfirmasi TribunJakarta.com pada Minggu (20/5/2018).

Polisi menggeledah empat kontrakan terduga teroris sekitar pukul 15.00 WIB, namun penghuni tidak ada di lokasi.

"Penggeledahan dilakukan setelah kordinasi dengan tim Densus 88," singkat dia.

Sejumlah barang hasil penggeledahan polisi dari empat kontrakan yang dihuni empat terduga teroris di Kampung Siluman, RT03 RW18, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (18/5/2018). ISTIMEWA
Sejumlah barang hasil penggeledahan polisi dari empat kontrakan yang dihuni empat terduga teroris di Kampung Siluman, RT03 RW18, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (18/5/2018). ISTIMEWA (Istimewa)

Terduga teroris yang mengontrak di sana berinisial AG dan IL, keduanya mengontrak bersebelahan.

Lalu YH dan IN mengontrak di seberang kontrakan AG dan IL.

Polisi mengamankan sejumlah barang-barang seperti buku, sebuah unit komputer, beberapa CD ajaran agama, telepon genggam dan satu kantung paku.

"Masih lidik sama tim Densus 88, kita hanya lakukan penggeledahan berdasarkan kordinasi," jelas Rahmat

Sebelumnya, pemilik rumah kontrakan Abu Sofyan mengatakan, AG, YH, dan IN sudah mengontrak selama kurang lebih 8 bulan, sedangkan IL baru sekitar dua bulan.

"Semua yang rumahnya digeledah sudah berkeluarga," ungkap Abu Sofyan.

Keempatnya diketahui jarang berinteraksi dengan warga lain sekitar tempat tinggalnya.

"Paling mereka bergaul berempat itu saja, yang paling pertama ke sini kan AG, terus ikut teman-temannya. Kalau sama warga lain jarang setahu saya bergaul, sama saya juga ngobrol paling sebatas omongin kontrakan aja," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved