Pemilik Truk Trailer Ini Punya Jurus Penangkal Pelaku Pungli dan Bajing Loncat

Perusahaan logistik pemilik truk trailer di Jakarta Utara memiliki penangkal untuk terhindar dari pelaku pungutan liar dan bajing loncat.

TribunJakarta.com/Rafdi Ghufran
Sebanyak 83 pelaku pungutan liar terhadap sopir truk diringkus personel Polres Metro Jakarta Utara karena sudah meresahkan dan membahayakan nyawa si sopor, Minggu (21/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/RAFDI GHUFRAN 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Perusahaan logistik pemilik truk trailer di Jakarta Utara memiliki penangkal untuk terhindar dari pelaku pungutan liar dan bajing loncat di jalan raya.

Gerry Butar-butar (27), pengurus truk trailer PT Lamora, mengatakan berbagai upaya ia lakukan untuk mengantisipasi maraknya pelaku pungli dan bajing loncar di jalan raya.

Antisipasi paling standar yang ia lakukan adalah mengimbau setiap sopir untuk mengajak kenek dan kaca pintu di kiri dan kanan tertutup dan terkunci.

"Setiap unit sopirnya pakai kenek. Ada yang temeninlah. Sama gua biasanya, ada standar safetynya, kayak kaca misalnya harus selalu tertutup sama lock biasanya harus terkunci semua," ungkap Gerry kepada TribunJakarta.com, Senin (21/5/2018).

Gerry tak pernah lelah mengimbau hal demikian kepada para sopir lantaran beberapa kali di antara mereka menjadi korban kejahatan pelaku pungli dan bajing loncat. 

"Soalnya pernah kejadian beberapa kali ya enggak cuma sopir terancam, unit (mobil) juga rusak. Orang itu juga ngerusak unit soalnya. Sudah berapa kali juga mobilnya dirusak orangnya juga dirampok," beber dia.

Striker TRK
Striker TRK (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Selain standar keamanan seperti di atas, Gerry menyebutkan pihak perusahaannya menggunakan jasa pengawalan khusus.

PT Lamora menggunakan jasa pengawalan TRK yang berfungsi sebagai pengawasan bagi sopir-sopirnya selama berada di jalanan sekitar Jakarta Utara.

"Itu gunanya tuh nangkal preman tuh. Kalau dia ini jasa pengawalan khusus preman serta anak-anak yang di jalan ya. Jadi kalau misalnya masih daerah (Jakarta) Utara sopir-sopir gua diintimidasi atau unit dirusak sopir dirampok. Pokoknya apa-apa yang mengancam kelancaran usaha gua ya dia yang tanggung jawab kalau masih daerah Utara tapi di pelabuhan dan sekitarnya," beber dia.

Tiap perusahaan yang bermitra dengan jasa pengawalan seperti TRK misalnya, akan mendapatkan sejumlah stiker.

Stiker tersebut nantinya akan ditempeli di kaca depan truk trailer milik perusahaan yang bermitra.

Lalu, jasa pengawalan ini bekerja dengan cara berpatroli mengawasi truk-truk yang berstiker TRK.

Orang suruhan mereka biasanya melakukan pengawasan saat terjadi kemacetan parah di beberapa titik rawan pungli dan bajing loncat.

"Biasanya kalau pas macet total di titik-titik yang sering terjadi, dia pasang orang di situ. Kalau pun enggak ada yang standby, dia biasanya kasih kartu nama ke sopir jadi kalo ada di mana pun, Priok lah, misalnya orang dia standby untuk datang," kata Gerry.

Jika tim pengawas sempat menemukan pelaku pungli atau bajing loncat beraksi terhadap truk yang sudah bermitra, tim tersebut akan menangkap mereka dan melaporkannya ke kepolisian.

"Salah satu antisipasi konkret dari perusahaan ya ini, ngegunain jasa inilah," jelas Gerry.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved