BNN Ungkap Maraknya Pengendalian Transaksi Narkoba dari Dalam Lapas

Dari pengembangan di Lapas II Kalianda Lampung, Heru menyebut ada barang bukti yang ditemukan diselundupkan kedalam lapas 2 kg sabu

BNN Ungkap Maraknya Pengendalian Transaksi Narkoba dari Dalam Lapas
Shutterstock
Ilustrasi Sabu 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) masih mendapati banyaknya pengendalian narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Hal itu terlihat dari pengungkapan BNN di Pekanbaru yang mendapati sabu seberat 7,93 Kg dan ekstasi sebanyak 9.900 butir.

Jaringan ini dikendalikan dari dalam lapas Pekanbaru oleh napi atas nama lwan ais Ahuan bin Asw ais Hia ais Awan.

Itu pula yang terjadi di lapas II Kalianda Lampung yang meyeret Kepala lapas Muchlis Adjie sebagai tersangka kasus aliran dana peredaran narkoba ke dalam lapas.

"Kita duga ada peredaran uang untuk memberikan hadiah kepada petugas, oleh karena itu kasus ini belum berhenti, Kalapas dan kepala pengamanan juga masih diproses," terang Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko saat rilis di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/5/2018).

Baca: BNN : Jaringan Narkotika di Pekanbaru Jual Sabu Rp 800 Ribu per Gram

Dari pengembangan di Lapas II Kalianda Lampung, Heru menyebut ada barang bukti yang ditemukan diselundupkan kedalam lapas 2 kg sabu.

Selain itu, BNN dibantu oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung terus menelusuri adanya transaksi keuangan yang dilakukan napi dengan Kalapas Muchlis Adjie.

"Kita sedang melakukan penyelidikan TPPU nya. Kita juga sedang perdalam bukan hanya kurirnya tapi semua yang terlibat serta mereka yang pura-pura tidak tahu tapi menikmatinya," terang Heru.

Diketahui, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menetapkan mantan Kalapas II A Kalianda Muchlis Adjie sebagai tersangka kasus aliran dana peredaran narkoba ke dalam lapas.

Muchlis diduga terlibat dalam penyelundupan 4 kilogram sabu dan 4.000 butir pil ekstasi ke dalam Lapas Kalianda pada 6 Mei lalu. (Fransiskus Adhiyuda Prasetia)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved