Breaking News:

Minim Agenda Kerja, DPR Justru Usulkan Kenaikan Angggaran APBN

Kenaikan anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pembangunan gedung atau penataan kompleks parlemen, penambahan 15 anggota.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Ilusi Insiroh
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Direktur Eksekutif Formappi, I Made Leo Wiratma di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (22/5/2018). 

Misalnya saja, meningkatnya anggaran kunjungan kerja diusulkan naik Rp 293 miliar (dari Rp. 1,714 triliun menjadi Rp. 2,007 triliun).

Selain itu, MS IV kembali diwarnai dengan tertangkaptangannya (OTT) oleh KPK seorang anggota DPR dari fraksi Demokrat Komisi XI Dapil X Jawa Barat.

Yang bersangkutan (Amin Santono) bersama pejabat dari Kementerian Keuangan, pengusaha atau kontraktor lokal dan perantara terjerat OTT KPK atas dugaan suap APBN-P
2018.

"Kasus ini semakin menguatkan fakta-fakta bahwa proses penganggaran di DPR rentan dari praktek suap dan korupsi," ujar I Made Leo Wiratma.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Formappi, karena itu merupakan gambaran bahwa DPR tidak membenahi mekanisme pembahasan.

Baca: Kalah Jumlah Remaja Ini Dibacok Lawan Tawurannya, Pelaku Berhasil Diciduk Tim Vipers

"Patut disayangkan, tidak ada langkah konkrit DPR untuk membenahi proses-proses dan mekanisme pembahasan anggaran agar terbebas dari praktek korupsi," ujar I Made Leo Wiratma.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved