Liga Champions

Sergio Ramos dan Virgil Van Dijk, Dua Bek yang Bisa Jadi Penentu Juara

Panggung final Liga Champions di Kiev akhir pekan ini akan mempertemukan dua bek terbaik di dunia: Sergio Ramos kontra Virgil van Dijk

Sergio Ramos dan Virgil Van Dijk, Dua Bek yang Bisa Jadi Penentu Juara
Istimewa
Sergio Ramos dan Virgil Van Dijk dikenal sebagai bek sentral dengan kemampuan paripurna: kecepatan di atas rata-rata, pandai membaca pergerakan lawan, jago mengontrol, dan mendistribusikan bola, serta piawai dalam duel udara 

TRIBUNJAKARTA.COM - Panggung final Liga Champions di Kiev akhir pekan ini akan mempertemukan dua bek terbaik di dunia: Sergio Ramos dari Real Madrid kontra Virgil van Dijk dari Liverpool.

Keduanya sama-sama dikenal sebagai bek sentral dengan kemampuan paripurna:  kecepatan di atas rata-rata, pandai membaca pergerakan lawan, jago mengontrol, dan mendistribusikan bola, serta piawai dalam duel udara. Istimewanya lagi, keduanya memiliki hal yang jarang dimiliki para bek kelas dunia lain: karisma sebagai seorang pemimpin.

Baik Ramos maupun Van Dijk adalah seorang organisator ulung di lini pertahanan. Keduanya juga motivator yang terus mengingatkan rekan-rekannya untuk fokus sepanjang 90 menit. Tak hanya itu, dalam saat krusial, baik Ramos maupun Van Dijk kerap menjadi pahlawan tim dengan gol yang menentukan.

Dalam konteks ini, catatan Ramos lebih menggetarkan. Bek berusia 32 tahun ini selalu memegang peran vital untuk membawa Madrid juara sejak ia membela Los Blancos musim 2004/05 lalu.

The Final Countdown. #HalaMadrid #APorLa13

Para Madridista pasti tak akan melupakan sundulan Ramos di menit 93 ke gawang Atletico Madrid yang menyamakan kedudukan di final Liga Champions 2016 di Milan. Ia kemudian mencetak gol di adu penalti untuk membawa El Real menang 5-3.

Di usia 32 tahun, kecepatannya memang agak memudar. Disebut-sebut, Ramos bakal kalah cepat dari para striker lincah Liverpool, Mohamed Salah, dan Sadio Mane. Tapi, jam terbang yang tinggi membuat Ramos bisa menutupi kelemahannya tersebut. Tekel, dan memotong bola menjadi keahliannya, di samping ketrampilan membaca pergerakan lawan.

Namun, motivasinya yang meletup-letup kerap menjadi kartu mati. Rekornya untuk urusan pelanggaran ini sungguh luar biasa di mana ia telah mengoleksi 33 kartu kuning di Liga Champions --yang jadi rekor tertinggi--, dan dua kartu merah. Di La Liga, ia pun pemegang rekor terbanyak kartu merah, 19 kali, dan 142 kali kartu kuning.

Di kubu Liverpool, van Dijk usianya enam tahun lebih muda, namun pembawaannya jauh lebih tenang, dan berkepala dingin. Musim ini ia baru mengoleksi dua kartu kuning di berbagai kompetisi.

Menyandang gelar bek termahal di dunia setelah dibeli 80 juta euro, bek asal Belanda sejauh ini telah memperlihatkan kapemimpinannya. Melawan Cristiano Ronaldo akan menjadi ujian terbesar untuknya, "Saya senang mengatur lini pertahanan. Saya menikmatinya," kata sang bek.

First day of training camp in Marbella done! Preparation has officially started ahead of the Champions League Final
Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved