Simak! Ini Tanda Kalau Tubuhmu Dipenuhi Racun

Seperti radikal bebas, lingkungan, bahkan racun juga berasal dari makanan dan minuman yang selalu kita konsumsi.

Simak! Ini Tanda Kalau Tubuhmu Dipenuhi Racun
Tribunnews
Ilustrasi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tanpa disadari setiap hari tubuh kita selalu terpapar oleh racun.

Bahkan, secara tidak langsung kita menumpuk racun dalam tubuh dari kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari.

Seperti radikal bebas, lingkungan, bahkan racun juga berasal dari makanan dan minuman yang selalu kita konsumsi.

Untuk itu, tubuh membutuhkan detoks, atau pembuangan racun yang ada dalam tubuh.

Baca: Cara Syahnaz Sadiqah Bangunkan Sahur Jeje Govinda Berhasil Menggelitik Netizen

Walaupun tubuh tetap melakukan detoks secara alami dengan buang air kecil, buang air besar dan juga keringat.

Namun kita perlu mengetahui tanda-tanda bahwa tubuh kita dipenuhi oleh racun.

Seorang dokter Spesialis Gizi Klinik, Lifestyle and Healthy Aging Expert, Abdullah Firmansyah, SpGK, mengungkapkan gejala penanda bahwa tubuh butuh detoksifikasi.

"Kasusnya ada yang dari ringan hingga yang berat. Yang ringan contohnya yang paling sederhana adalah cepet capek, cepet ngantuk, sulit konsentrasi, susah ingat cepet lupa," ucap dr. Abdullah Firmansyah, SpGK saat ditemui Stylo Grid.ID dalam acara Nurtura Aljazeerah Signature, Jakarta, Kamis (24/05).

Selain gejala tersebut, tanda kasus ringan lainnya juga bisa terlihat dari porses pencernaan dan juga kulit, loh.

"Masalah lain adalah masalah saluran cerna, sering kembung, susah bab, kemudian sering diare, nyeri perut. Kalau kulit biasanya gatel-gatel, suka muncul merah-merah, jerawat," bebernya pada Stylo Grid.ID.

Baca: Bagikan Wejangan, Desta Disebut Super Pertamax Hingga Jadi Panutan Netizen, Kok Bisa?

Jika tubuh kamu sudah mengalami beberapa gejala di atas, maka kamu perlu melakukan detoksifikasi tubuh.

Detoks bisa dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat dengan menghindari makanan yang berkarbohidrat, gula, bumbu kemasan.

Dan, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin mineral dan juga protein.

"Nah kalau udah ada tanda-tanda ringan, itu kita perlu detoks. Dalam waktu 3 bulan maksimumlah, kalau mau berturut-turut. Nanti dilihat aja kondisinya, kalau satu bulan udah membaik ya bisa dilanjutkan dengan tidak perlu melakukan detoks ketat," pungkas dr. Abdullah Firmansyah, SpGK (*)

Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved