Cerita Dua Pasukan Oranye Jalani Ibadah Puasa: Lebih Letih, Peralatan Sering Kebentur Kendaraan

"Ya karena kan kita kerja panas kena terik matahari, yang biasanya minum air putih ini enggak minum sama sekali sampai nanti buka. Tantangannya itu,"

Cerita Dua Pasukan Oranye Jalani Ibadah Puasa: Lebih Letih, Peralatan Sering Kebentur Kendaraan
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Yajid (Kiri) dan Iwan (Kanan) keduanya merupakan petugas PPSU Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Lebih dari seminggu lamanya umat muslim menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, tak terkecuali dua petugas Pra Sarana dan Sarana (PPSU) atau pasukan oranye ini.

Muhammad Yajid (48) dan Iwan (26) merupakan petugas PPSU Pasar Minggu yang acapkali membersihkan jalan di sepanjang Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca: Dapat Pengecualian dari Pemimpin Hukum Tertinggi Mesir, Salah Tidak Puasa Saat Final Liga Champions

Menurut mereka, bekerja di bulan puasa ini lebih menantang lantaran mereka harus melawan rasa dahaga yang menyerangnya.

"Ya karena kan kita kerja panas kena terik matahari, yang biasanya minum air putih ini enggak minum sama sekali sampai nanti buka. Tantangannya itu," ujar Yajid (48) kepada TribunJakarta.com, Sabtu (26/5/2018).

Iwan pun juga ikut menyetujui apa yang dikatakan oleh Yajid.

Baca: Diambang Sejarah Jadi Juara 3 Kali Berturut-turut Liga Champions, Real Madrid Lakukan 3 Ritual

"Iya memang benar lebih letih. Kita kerja dari sehabis subuh kemudian sampai jam satu selesai. Kerjaan kita menyapu jalanan buang dedauan dan sampah," ungkapnya.

Namun, keduanya saling bersamaan mengungkapkan tantangan terbesar membersihkan jalan raya itu.

"Yang paling utamanya, kita engga bisa ngerokok dan ngopi di siang hari. Itu yang berat," ujar Yajid seraya disetujui oleh Iwan.

Setiap hari di bulan puasa, mereka bertugas membersihkan jalan di Pasar Minggu dari sampah dan debu sepanjang 1,5 Km dimulai dari Halte Depkes hingga tikungan memasuki Gereja Katolik Keluarga Kudus.

Baca: Kutuk Bom Surabaya, Aman Abdurrahman: Orang Tua yang Ajak Anak-anaknya Bunuh Diri Sakit Jiwa

"Kita bagi dua setengah jalan disisir oleh Yajid sisanya saya. Selama bulan puasa kemarin enggak jarang peralatan kami sering kebentur para pengendara yang melintas, entah itu motor atau mobil tapi sering," tutur Iwan.

Yajid dan Iwan acapkali juga menemukan barang unik kala membersihkan jalan.

"Biasanya kami juga sering nemu barang unik seperti gantungan kunci, pecahan spion, dan baut. Pernah duit 5 ribu atau 2 ribu, tapi juga sering plat nomor," kata Yajid tertawa.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved