Sekjen SBMI Setuju Tenaga Kerja Asing Masuk, Begini Deretan Alasannya

Bobi melanjutkan, tenaga kerja asing yang masuk harus dilindungi seperti para tenaga kerja Indonesia.

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Bobi Selaku Sekjen SBMI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Bibi Anwar Ma'arif atau akrab disapa Bobi mengungkapkan dirinya secara pribadi mendukung Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan Tenaga Kerja Asing.

"Kalau saya setuju, kenapa, karena isinya lebih bagus dari isi Perpres sebelumnya," ungkapnya pada TribunJakarta.com, Sabtu (26/5/2018).

Ia kemudian menjabarkan perubahan pada perpres tersebut.

"Pertama perpres sebelumnya masa kontrak 5 tahun sekarang hanya 2 tahun saja. Ada dana pengawasan, dulu engga ada. Pengawasan melibatkan Imigrasi dan pemerintah daerah. Sebelumnya engga ada," tuturnya.

Baca: Ahmad Dhani Ulang Tahun, Fadli Zon Ungkapkan Sehat Selalu Dalam Perjuangan #2019GantiPresiden

Bobi melanjutkan, tenaga kerja asing yang masuk  harus dilindungi seperti para tenaga kerja Indonesia.

"Sama seperti pekerja dalam negeri. Mereka tenaga asing harus dilindungi. Indonesia sudah meratifikasi konvensi buruh migran 1990 menjadi UU no. 6 tahun 2012 tentang perlindungan Hak Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya," ungkapnya.

Baca: Anak Bomber Dita Tinggalkan Pesan, Kepala Psikolog Polda Jawa Timur Ungkap Ekspresi Tekanan Batin

Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Kepmenaker) pun, lanjut Bobi, telah mengatur pekerjaan untuk tenaga kerja asing di Indonesia.

"Kalau dalam undang-undang normanya masih oke. Kepmenaker 40/2012 telah mengatur 19 jabatan untuk TKA. Mungkin ditambah dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2018 juga. Tapi kesepakatan Asean itu prinsipnya tidak intervensi. Jadi bergantung pemerintah Indonesia. Mau pakai atau tidak," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved