Warga Jarang Masak Saat Ramadan, Pendapatan Penjual Air Bersih Menurun

"Kalau puasa orang yang masak sedikit. Terusnya warung juga baru pada buka sore jadinya yang beli air bersih berkurang," ujar Inan.

Warga Jarang Masak Saat Ramadan, Pendapatan Penjual Air Bersih Menurun
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Pedagang air mineral di Tambora, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Pendapatan penjual air bersih di wilayah Tambora, Jakarta Barat justru menurun saat bulan Ramadan.

Inan, pedagang air bersih di tempat ini mengatakan hal itu karena aktivitas memasak warga menurun pada bulan Ramadan.

"Kalau puasa orang yang masak sedikit. Terusnya warung juga baru pada buka sore jadinya yang beli air bersih berkurang," ujar Inan kepada TribunJakarta.com, Sabtu (26/5/2018).

Baca: Pesantren Kilat Milenial Islami Ikuti Wisata Bhinneka di Cilincing

Inan mengatakan bila hari biasa ia mampu menjual sampai 100 jerigen air bersih.

Namun saat Ramadan ia paling hanya mampu menjual setengahnya.

"Cuma setengahnya aja dibanding hari biasa yang terjual. Saya jualnya satu jerigen Rp 5 ribu," katanya.

Inan menjelaskan penjualan air bersih di wilayah Tambora untuk keperluan masak dan minum warga memang sudah menjadi hal lazim.

Pasalnya, kualitas air sumur di wilayah ini sangat buruk dan tak layak untuk dikonsumsi.

"Air sumur disini mah jangankan buat masak‎an atau buat minum. Buat mandi aja sebenarnya enggak layak," ujarnya.

Baca: Ingat! 4 Pesan Ini Perlu Kamu Ketahui Agar Tak Mudah Sakit Hati

Inan menuturkan menjadi penjual air bersih sebenarnya untungnya menggiurkan.

Ia mendapatkan untung‎ Rp 4 ribu dari setiap air dalam jerigen yang dijualnya.

Namun, banyaknya pembelinya yang mengutang membuat pendapatannya menjadi tak menentu.

"Yang bayarnya benar cuma berapa orang doang. Sisanya mah enggak tahu bayarnya kapan," kata Inan.

"Misalnya mesennya 10 jerigen tapi paling bayarnya cuma tiga aja. Ya mau gimana lagi, kita enggak kasih juga kasihan karena kan air ini keperluan pokok," ujarnya.

Baca: Deretan Tata Cara untuk Mandi Junub, Yuk Dicatat!

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved