Yayasan An-Naba, Pesantren Tempat Belajarnya Para Mualaf

Sebuah pesantren yang didirikan oleh Syamsul Arifin Nababan, khusus menerima para mualaf berdiri di Jalan Cendrawasih, Ciputat, Tangerang Selatan.

Yayasan An-Naba, Pesantren Tempat Belajarnya Para Mualaf
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Pesantren Mualaf di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin (28/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Seorang yang baru masuk Islam tentu membutuhkan tempat untuk mempelajari agama barunya.

Sebuah pesantren yang didirikan oleh Syamsul Arifin Nababan, khusus menerima para mualaf berdiri di Jalan Cendrawasih, Ciputat, Tangerang Selatan.

Seorang pengurus yang juga santri senior di pesantren, Amrul Fajrin Marundruri, menjelaskan saat ini terdapat 60 mualaf yang mondok di pesantren tersebut.

Baca: Roy Kiyoshi Beberkan Periode Waktu Bully-an Pada Lucinta Luna Akan Berakhir

Mereka mempelajari materi utama; Aqidah, fiqih dan bahasa Arab.

"Karena mualaf, kita mantapkan aqidahnya di sini," ujar Amrul kepada TribunJakarta.com, pada Senin (28/5/2018).

Amrul juga mengatakan pengajaran di pesantren tersebut tidak terlalu intens seperti pesantren pada umumnya.

Para santri dibiarkan mengenal keyakinan barunya secara perlahan.

"Setiap subuh, sama paling malam. Yang wajib itu setiap sabtu sama minggu. Mereka belajar aqidah," papar Amrul.

Para santri di pesantren tersebut dibiasakan untuk beribadah wajib seperti salat dan puasa.

Baca: Ely Sugigi Buat Video Kekinian, Netizen Terpanah Oleh Dewi Perssik, Kok Bisa?

"Meskipun ada yang merasa berat puasa pertama kali," ujar Amrul sambil tertawa.

Amrul juga memaparkan para santri tidak dikenakan biaya sama sekali. Yayasan menanggung biaya hidup dan sekolah, bahkan diberikan uang saku.

"Alhamdulillah ada saja dari para donatur," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved