Cerita Rendi, Bisa Bersihkan 8 Kloset Satu Hari

Ia mengaku mampu dalam sehari membersihkan delapan WC dengan menggunakan alat pembersih khusus.

Cerita Rendi, Bisa Bersihkan 8 Kloset Satu Hari
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Rendi penjual WC bekas di Manggarai. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Rendi merupakan pembersih serta penjual Water Closet (WC) yang berada di pinggiran jalan Manggarai Raya, Jakarta Selatan.

Ia mengaku mampu dalam sehari membersihkan delapan WC dengan menggunakan alat pembersih khusus.

"Saya sehari bisa membersihkan sebanyak 8 kloset per hari. Kadang kalau lagi sepi hanya 4 sampai 7 kloset saja," ujarnya kepada TribunJakarta.com, di toko WC bekas, Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (29/5/2018).

WC yang ia bersihkan merupakan limpahan dari berbagai tempat antara lain hotel, tempat makan, atau rumah tinggal.

"Ini semua kloset bekas. Dari hotel yang menjualnya ke kami lantaran ingin mengganti dengan yang baru. Dari rumah tinggal yang mau pindahan biasanya jual juga ke kami. Paling mahal kami beli 1,5 juta rupiah. Pasti setiap hari ada saja yang mau nukar," katanya.

Baca: Sandiaga Uno Kirim Tim Angkut Tumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai

Meski menurut Rendi membersihkan WC terbilang mudah, namun ada bahan bahan khusus untuk membersihkannya.

"Memakai amplas, sama cairan khusus untuk keramik namanya HCL perpaduan dari air keras juga. Bersihin ini paling lama satu jam tapi memang butuh ketelatenan dalam menyikat," kata Rendi.

Terkadang, hal yang sulit kala membersihkan WC lantaran kotoran yang sudah melekat di WC tersebut.

"Yang kotorannya dangkal itu susah dibersihkan, mesti terus menerus. Itu bukan karena kotoran manusia melainkan karena airnya lama mengendap jadi kotor berwarna coklat. Kalau sembarang gosok nanti jadinya belang belang," kata dia.

Rendi mengaku bersyukur pekerjaannya saat ini membersihkan WC.

Baca: Tampil di Festival Beduk Jaksel, Tim Kecamatan Tebet Kenakan Kostum ala Kisah 1001 Malam

"Saya bersyukur membersihkan ini lebih baik lah dari segi pemasukan ketimbang jadi pekerja proyek. Dulu saya jadi pekerja proyek lebih letih dan engga seberapa. Saya sehari dibayar 125 ribu alhamdulilah bisa menghidupi istri saya," ujar pria asal Brebes ini.

Menurutnya, WC ia ibaratkan seperti sebuah terminal yang hanya sebagai tempat persinggahan sejenak.

"WC ini kayak terminal lah, seperti pemberhetiannya saja kemudian kan kalau disiram udah hilang lagi. Yang susah bersihkan kerak air di sela sela WC itu," katanya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved