Komunitas Konsumen Indonesia Sebut Reaksi Lion Air Laporkan Penumpang Tidak Patut

Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David Tobing mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh pihak Lion Air terlampau berlebihan.

Tribun Pontianak/Hadi Sudirmansyah
Pesawat maskapai Lion Air JT 687 di Bandara Internasional Supadio Pontianak terpaksa harus mengalami delay pada Senin (28/5/2018) malam sekitar pukul 18.10 WIB. TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HADI SUDIRMANSYAH 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), menyesalkan tindakan Lion Air karena melaporkan penumpang yang membuka jendela darurat pesawat karena candaan ancaman bom.

Kejadian tersebut terjadi pada Senin (28/5/2018) dengan kode penerbangan JT687 rute Pontianak - Jakarta.

Laporan tersebut telah diterima dan ditangani oleh Kepolisian Resor Kota Pontianak.

Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David Tobing mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh pihak Lion Air terlampau berlebihan.

Baca: Insiden Candaan Bom, Lion Air Bantah Ada Kesalahan Pramugari Beri instruksi ke Penumpang

“Reaksi Lion Air yang melaporkan penumpang adalah tindakan yang tidak patut dan terkesan berlebihan. Hal ini karena pembukaan pintu darurat dilakukan karena ada ancaman bom. Ini tentu menyebabkan sikap batin penumpang menjadi terancam keselamatannya, kepanikan, dan ketakukan yang luar biasa,” ujar David dalam keterangan tertulisnya di Tangerang, Kamis (31/5/2018).

Menurut David, tindakan yang dilakukan oleh penumpang karena adanya ancaman keselamatan pun sebagai bentuk pembelaan atas hak hukum yang dilindungi oleh UU Perlindungan Konsumen.

Pasal 4 huruf A telah melindungi secara tegas tentang hak konsumen untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang atau jasa.

Baca: Candaan Bom Picu Kepanikan Penumpang Lion Air, Pelaku Alumni Kampus di Pontianak

David meneruskan, tindakan penumpang tersebut juga dilakukan tanpa ada niat jahat untuk melakukan tindak pidana sebagaimana dituduhkan Lion Air.

Tindakan penumpang murni dilakukan sebagai bentuk menyelamatkan diri dari ancaman yang terjadi di sekitarnya.

“Tidak adanya niat jahat tersebut salah satunya dapat dilihat dari tindakan beberapa penumpang lainnya yang turut keluar dari pesawat melalui jendela darurat. Ini membuktikan bahwa ancaman keselamatan, kepanikan, dan ketakutan bagi penumpang memang benar adanya,” kata David.

Baca: Tindakan Melanggar Hukum, Lion Air Berharap Penumpang yang Bergurau Tentang Bom Diadili

Dari kejadian tersebut, KKI mengimbau agar Lion Air mencabut laporan polisinya dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Penggunaan instrumen hukum pidana pun, tidak sepatutnya dilakukan karena proses pidana adalah tindakan ultimum remidium (upaya paling akhir) dalam menyelesaikan masalah.

David pun mengingatkan bahwa perlindungan terhadap hak-hak konsumen merupakan kewajiban bagi semua pihak, tidak terkecuali bagi Lion Air.

Jadi, upaya pidana tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi yang buruk dalam rangka perlindungan hukum konsumen di Indonesia.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved