Sandiaga Uno Komiten Angka Kemiskinan DKI Turun 1 Persen dalam Waktu Lima Tahun

Dalam situs tersebut dijelaskan, bahwa selama lima tahun terakhir angka kemiskinan DKI masih dalam kondisi stagnan.

Sandiaga Uno Komiten Angka Kemiskinan DKI Turun 1 Persen dalam Waktu Lima Tahun
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Rabu (23/5/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mentargetkan angka kemiskinan di Ibu Kota turun sebanyak 1 persen dalam kurun waktu lima tahun yakni 2017 hingga 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Sandiaga Uno usai Rapat Kordinasi bertajuk 'Penguatan Peran TKPK dalam Mengoptimalisasi Penggunaan Basis Data Terpadu (BDT) untuk Pencapaian Target Penanggulangan Kemiskinan' di Kantor Badan Pusat Statistik, Kamis (31/5/2018) pagi.

"Hari ini berkah Ramadan juga, kita punya satu komitmen untuk menurunkan angka kemiskinan 5 tahun ke depan (sebanyak) 1 persen," ujar Sandiaga Uno.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh TribunJakarta.com dari sumber Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Jakarta Raya, angka kemiskinan DKI pada September 2017 mencapai 3,78 persen dan ditargetkan akan turun menjadi 2,78 persen pada tahun 2022 mendatang.

Baca: Kabar Gembira, Sandiaga Pastikan Guru Honorer Dapat THR

Baca: Tampil Kekinian, Sandiaga Uno Pakai Kacata Mata Model Aviator, Ternyata Kurang Cocok

Dalam situs tersebut dijelaskan, bahwa selama lima tahun terakhir angka kemiskinan DKI masih dalam kondisi stagnan, tidak ada penurunan.

"Kami harapkan dengan satu mekanisme pemutakhiran mandiri data-data, (dan) dengan kolaborasi tentunya, juga kami adakan langkah-langkah inovatif, kami pastikan datanya itu tepat dan programnya tepat. Jadi, tepat sasaran, tepat manfaat, tepat juga programnya,” katanya.

Lebih lanjut Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, salah satu upaya dalam penanggulangan kemiskinan tersebut juga melalui program Oke Oce.

Program Oke Oce tersebut diharapkan akan menyasar daerah-daerah penduduk yang ada dalam level pra sejahtera untuk diberikan keterampilan.

"Walaupun mereka ada di bawah garis kemiskinan, tapi secara ekonomi mereka aktif sekali. Sehingga dengan dorongan program OK OCE akan tercipta lapangan kerja, peluang usaha. Itu yang kita harapkan satu persen bisa diturunkan selama lima tahun dengan dua ratus ribu lapangan kerja tercipta lima tahun ke depan," katanya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved