Tingkat Kejahatan di Wilayah Jakarta Barat Menurun 13 Persen

Penurunan itu, dikatakan Hengki tak terlepas dari peran tiga pilar yang ada di Kota Jakarta Barat

TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah
Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, dan Dandim 0503 Jakarta Barat, Letkol Kavaleri Andre Hendri Masengi saat menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kota (FORKOPIMKO) Kota Jakarta Barat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (31/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Angka kejahatan di wilayah Jakarta Barat mengalami penurunan sampai dengan bulan Mei atau pertengahan bulan suci Ramadan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombespol Hengki Haryadi saat menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kota (FORKOPIMKO) Kota Jakarta Barat.

"Alhamdulillah sampai dengan bulan ini ternyata dari bulan ke bulan kita mengalami penurunan tingkat kejahatannya. Penurunan kurang lebih sampai dengan sekarang yaitu 13 persen," kata Hengki di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (31/5/2018).

Penurunan itu, dikatakan Hengki tak terlepas dari peran tiga pilar yang ada di Kota Jakarta Barat.

Tiga pilar yang dimaksud yaitu Pemerintah Kota Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Barat, dan Kodim 0503 Jakarta Barat.

Baca: Jelang Lebaran, Polres Metro Jaksel Siapkan Satgas Pengamanan Rumah yang Ditinggal Mudik Pemiliknya

"Kita selama ini sudah adakan operasi cipta kondisi. Melibatkan dari Pemkot dengan Satpol PP-nya, kemudian Koramil kita patroli bersama," ujar Hengki.

Hengki menambahkan, terciptanya kondisi yang aman juga tidak terlepas dari peran para tokoh agama.

"Kemudian secara preventif, kita bersama ulama dan umara bersatu padu. Kita datang ke majelis taklim, datang ke Masjid-Masjid untuk memberikan pencerahan terkait dengan kamtibnas," kata Hengki.

Selain melakukan pengendalian keamanan secara preventif, pihaknya juga menggunakan cara represif.

Tindakan represif sendiri ditujukan agar dapat memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan.

"Sebagai contoh misalnya dari criminal justice system yang ada di Jakarta Barat, beberapa bandar narkoba sudag dituntut dan divonis mati. Nah ini akhirnya bisa memberikan efek jera juga," jelas Hengki.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved