Breaking News:

Ramadan 2018

10 Kasus Kebakaran Sepanjang Ramadan 2018 di Jakarta Utara Sebabkan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

"Kami akan terus gencarkan sosialisasi. Terutama berhati-hati menggunakan kompor saat sahur dan berbuka," kata Satriadi.

Surya
Delapan orang penghuni rumah kos-kosan di jalan raya Kebalan Kulon, Gang 2, Nomor 9, Surabaya tewas usai kebakaran hebat pada Selasa (29/5/2018) kemarin 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mendata total kasus kebakaran di Jakarta Utara selama dua minggu bulan Ramadan tahun 2018 ini.

Sejak hari pertama Kamis (17/5/2018) lalu hingga hari ke 16 Ramadan Jumat (1/6/2018) hari ini, terhitung 10 kasus kebakaran terjadi di wilayah Jakarta Utara.

Kasudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Satriadi Gunawan mengatakan, total 10 kasus kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material hingga Rp 111 juta lebih.

Namun tidak ada korban kematian maupun luka berat.

Selain itu, Satriadi juga terus mensosialisasikan bahaya kebakaran kepada masyarakat di setiap kesempatan. Hal tersebut agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan akan bahaya kebakaran.

Misalnya, yang dapat terjadi saat bulan Ramadan adalah penggunaan kompor saat sahur dan berbuka.

Baca: Waspada Kebakaran, Wali Kota Jakarta Timur Ingatkan Warga Saat Gunakan Tabung Gas

Baca: Saat Terjadi Kebakaran di Gedung Starvision Beberapa Karyawan Diketahui Masih Tertidur

"Kami akan terus gencarkan sosialisasi. Terutama berhati-hati menggunakan kompor saat sahur dan berbuka," kata Satriadi saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Satriadi juga menerangkan, sosialisasi akan terus dilakukan mengingat kejadian kebakaran pada Ramadan tahun 2017 lalu cukup tinggi.

Terhitung 26 kasus kebakaran terjadi di wilayah Jakarta Utara selama Ramadan tahun lalu dengan kerugian mencapai Rp 14,5 miliar.

"Kejadian tahun sebelumnya, Ramadan 1438 H ada 26 kasus yang mengakibatkan kerugian hingga Rp 14,5 miliar. Penyebabnya 76 persen karena korsleting listrik," kata Satriadi.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved