Manajemen Garuda Indonesia Harap Pilot Tidak Mogok saat Peak Season Mudik Lebaran

Hengki mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan bila aksi mogok massal tersebut akan dilakukan saat periode padat arus mudik Lebaran

Manajemen Garuda Indonesia Harap Pilot Tidak Mogok saat Peak Season Mudik Lebaran
Capture KompasTV
Garuda Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pihak manajemen Garuda Indonesia menanggapi positif atas aksi mogok kerja ribuan pilot dan karyawan Garuda Indonesia.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono mengatakan, manajemen Garuda Indonesia masih membuka ruang diskusi dengan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG).

"Manajemen Garuda Indonesia menyatakan bahwa pihaknya masih terus membuka ruang diskusi terhadap rekan-rekan APG dan Sekarga untuk menemukan titik temu terkait eskalasi permasalahan yang diungkapkan oleh APG dan Sekarga," ujar Hengki dalam keterangan tertulisnya di Tangerang, Jumat (1/6/2018).

Diskusi tersebut, menurut Hengi, khususnya mengenai susunan direksi manajemen saat ini yang merupakan kewenangan penuh Kementerian BUMN RI.

Hengki mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan bila aksi mogok massal tersebut akan dilakukan saat periode padat arus mudik Lebaran.

Baca: Zulkifli Hasan Bakal Jadi Orang paling Bahagia Jika Pertemuan Jokowi-Amien Rais Terwujud

“Kami tentunya berharap rekan-rekan APG dan Sekarga dapat tetap memprioritaskan komitmen terkait upaya pemenuhan hak konsumen khususnya jelang periode peak season yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan termasuk rekan-rekan pilot,"  tutur Hengki.

Menurut Hengki, manajemen Garuda berharap APG dan Sekarga dapat memprioritaskan upaya konsolidasi atas permasalahan yang mereka ungkapkan, khususnya demi kepentingan kelancaran layanan kepada konsumen.

"Aksi mogok bukan satu satunya solusi atas eskalasi yang disampaikan oleh APG dan Sekarga, kami percaya masih banyak upaya lain khususnya yang mengedepankan prinsip kebersamaan yang dapat dilakukan oleh rekan rekan APG dan Sekarga selain aksi Mogok," ujar Hengki.

Menurut Hengki, rencana aksi mogok itu perlu dipertimbangkan lagi karena justru akan makin memperberat upaya peningkatan kinerja operasional maskapai yang saat ini tengah berupaya mempertahankan rata-rata pencapaian on time performance 90 persen, yang berhasil diraih pada Mei 2018.

Pada momentum ini manajemen juga turut menyampaikan komitmennya dalam mendukung upaya menciptakan hubungan industrial yang kondusif, tentunya dengan mengenyampingkan kepentingangan sektoral masing-masing pihak, dan mengedepankan upaya penyediaan layanan operasional yang optimal bagi pengguna jasa.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved