Menhub Imbau Operator Angkutan Lebaran Tidak Naikkan Harga Secara Tak Wajar

Jika terjadi kenaikan, ia mengimbau operator angkutan lebaran untuk tidak menaikan harga dengan tidak wajar

Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kesiapan sarana dan prasarana menjelang angkutan Lebaran 2018 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (3/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Saat melakukan tinjauan ke Bandara Soekarno Hatta, Terminal Pulogebang, dan Stasiun Gambir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan harga tiket mudik untuk lebaran 2018 relatif normal.

"Saya cek tadi tiket tidak ada yang naik, relatif tarifnya normal. Jadi kalau ada berita tentang harga tiket itu tinggi, dari Soekarno Hatta, dari bus, tidak ada yang tinggi," ujar Budi di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (3/6/2018).

Ia juga tidak membenarkan berita mengenai kenaikan harga angkutan mudik yang naik terlalu tinggi.

Ia bahkan menyebutkan harga tiket diperjualbelikan pada tiga lokasi tersebut.

Baca: Menhub Soroti Kapasitas Bandwidth untuk Sistem Pemesanan Tiket Kereta Api secara Online

"Soekarno Hatta dari Jakarta ke Padang Rp 800 ribu tadi saya di Pulogebang, tarifnya dari Jakarta ke Slawi Rp 80 ribu. Tadi di sini Jakarta ke Klaten Rp 600 ribu. Semuanya tidak ada yang di atas seperti yang diberitakan. Itu hoax," ujar Budi.

Jika terjadi kenaikan, ia mengimbau operator angkutan lebaran untuk tidak menaikan harga dengan tidak wajar.

"Saya juga minta kepada Kereta Api Indonesia, semua operator bandara, operator bus, jangan ambil untung kebanyakan. Kalau masih dalam batas atas tertentu boleh. Syukur-syukur lebih rendah," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved