Potensi Kerawanan di Bekasi Meningkat Selama Ramadan dan Jelang Lebaran

Tapi pihaknya sejauh ini mengaku intens melakukan razia gabungan bersama TNI dan Pol PP pada jam-jam rawan

Potensi Kerawanan di Bekasi Meningkat Selama Ramadan dan Jelang Lebaran
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Indarto 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, selama Ramadan dan menjelang Lebaran, ada intensitas peningkatan potensi kerawanan.

Peningkatan potensi kerawanan itu kerap terjadi pertama tawuran, kedua perampokan dengan kekerasan atau begal, ketiga pencurian pemberatan rumah kosong, keempat pencurian motor (curanmor) kelima tempat-tempat yang beroperasi 24 jam.

"Kalender kamtibmas, setiap tahunnya ketika ada ramadan dan menjelang lebaran itu dimanapun juga pasti ada intensitas peningkatan potensi kerawanan," kata Indarto kepada TribunJakarta.com, Senin (4/6/2018).

Tapi pihaknya sejauh ini mengaku intens melakukan razia gabungan bersama TNI dan Pol PP pada jam-jam rawan, hal itu kata Indarto efektif meminimalisir tindakan tawuran.

Baca: Tenaga Honorer Berharap Dapat THR, Pemkot Tangsel Kita Sedang Upaya Lah

"Terakhir terjadi di Summarecon kemarin yang kasus curas itu, tawuran dapat di minimalisir bahkan sampai nol, anggota saya dengan TNI dan satpol pp itu keliling kalau ada anak anak yang bergerombol, itu pasti kita bubarkan kalau kita geledah ada tidak pidana ya kita angkut," jelas Kapolres.

Pihaknya belum lama ini, tepatnya selasa 29 mei lalu berhasil mengamankan 28 pelajar yang hendak tawuran di Ganda Agung Bekasi Timur. Dari 28 pelajar itu, polisi mendapati diantaranya tengah mabuk minuman keras (miras) oplosan.

"Nah itu kita amankan yang mabuk ya kita selidiki lebih lanjut, sedangkan yang lainnya kita panggil orang tuanya, dengan cara sepeti itu efektif untuk mencegah tawuran, sementara untuk ketidaktertiban rekan-rekan tahu sendiri beberapa waktu lalu kita razia preman dan gepeng, serta pengamen, hasil razia langsung kita data dan kita serahkan ke Dinsos," jelasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved