Habiskan Dana 6 Miliar Per Tahun, Ini Kisah Tragis di Balik Topi Hitam Prajurit Kerajaan Inggris

Dalam setiap perayaan atau acara yang digelar Istana Buckingham, selalu terlihat prajurit-prajurit berbaris.

Habiskan Dana 6 Miliar Per Tahun, Ini Kisah Tragis di Balik Topi Hitam Prajurit Kerajaan Inggris
Google
Prajurit Kerajaan Inggris Mengenakan Topi Hitam 

Laporan Wartawan Grid.ID, Chandra Wulan

TRIBUNJAKARTA.COM - Dalam setiap perayaan atau acara yang digelar Istana Buckingham, selalu terlihat prajurit-prajurit berbaris.

Mereka selalu tampil ikonik dengan seragam merah, bayonet, dan topi yang sekilas terlihat seperti rambut palsu.

Saking tingginya, topi tersebut membuat kepala pemakainya terlihat lebih lonjong dan menjulang.

Bukan terbuat dari rambut palsu, topi ini justru dibuat dari bulu beruang.

Baca: Awalnya Tak Ingin Rayakan Ulang Tahun Anak, Ruben Onsu Berubah Pikiran Setelah Ditegur Sang Ayah

Topi tersebut pertama kali digunakan tentara Inggris pada tahun 1815 untuk melawan Perancis pada sebuah pertempuran di Waterloo.

Pertempuran inilah yang kemudian melahirkan konsep kedaulatan wilayah.

Pada pertempuran tersebut, tentara Perancis mengenakan topi yang lebih tinggi dari tentara Inggris.

Lalu Inggris mengadopsi bentuk topi tersebut khusus untuk prajurit yang bertugas di upacara-upacara kerajaan dan penjaga istana sebagai simbol atas kemenangan mereka.

Baca: Terlihat Makin Kurus, Cemal Faruk Bongkar Rahasianya, Netizen Dibuat Bingung

Topi ini benar-benar terbuat dari kulit dan bulu beruang yang didapat dari Amerika Utara dan Kanada.

Halaman
12
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved