Ramadan 2018

Melihat Sejumlah Koleksi Unik di Masjid Perahu Tebet

Pantauan TribunJakarta.com, Al-Quran raksasa tersebut disimpan di dalam sebuah kotak yang terbuat dari kayu berkelir coklat.

Melihat Sejumlah Koleksi Unik di Masjid Perahu Tebet
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Beberapa benda koleksi Masjid Al Munada Darussalam Baiturrohman atau yang biasa disebut Masjid Perahu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Selain memiliki bentuk yang unik, Masjid Al Munada Darussalam Baiturrohman atau yang biasa disebut 'Masjid Perahu' ternyata menyimpan beberapa benda koleksi yang unik.

Pada bagian belakang masjid, terdapat sebuah ruangan tempat sejumlah benda-benda antik dipajang, satu diantaranya yakni Al-Quran berukurang raksasa.

"Kalau Al-Quran raksasa baru ada tahun 80-an, ini dibuat khusus menggunakan kertas khusus yang tahan air dan minyak," ujar Mulyono (65), seorang pengurus masjid, Minggu (10/6/2018).

Pantauan TribunJakarta.com, Al-Quran raksasa tersebut disimpan di dalam sebuah kotak yang terbuat dari kayu berkelir coklat.

Mulyono menjelaskan, Al-Quran itu hanya dibuka pada saat acara tertentu dan bila ada sejumlah warga yang ingin melihatnya.

Terlihat empat buah tiang penyangga yang menyangga Masjid Al Munada Darrusalam Baiturrahman tanpa rangka besi, pada dua tiang bagian depan terlihat pula adanya ukiran bertuliskan Asma Allah dan Asma Rosul.
Terlihat empat buah tiang penyangga yang menyangga Masjid Al Munada Darrusalam Baiturrahman tanpa rangka besi, pada dua tiang bagian depan terlihat pula adanya ukiran bertuliskan Asma Allah dan Asma Rosul. (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

"Malam Nuzulul Quaran pasti di buka, di buka lagi kalau ada rombongan yang mau lihat, tapi kalo satu atau dua orang tidak dibuka supaya enggak cepat rusak," kata dia.

Kemudian, di sekeliling Al-Quran terdapat beberapa koleksi batu alam peninggalan KH Abdurohman Mas'shum.

"Memang, pak kiai (KH Abdurohman Mas'shum) gemar mengoleksi batu, ini semua koleksi beliau," ucapnya.

Terlihat empat buah tiang penyangga yang menyangga Masjid Al Munada Darrusalam Baiturrahman tanpa rangka besi, pada dua tiang bagian depan terlihat pula adanya ukiran bertuliskan Asma Allah dan Asma Rosul.
Terlihat empat buah tiang penyangga yang menyangga Masjid Al Munada Darrusalam Baiturrahman tanpa rangka besi, pada dua tiang bagian depan terlihat pula adanya ukiran bertuliskan Asma Allah dan Asma Rosul. (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Dari seluruh batu alam yang menjadi koleksi di Masjid Al Munada Darussalam Baiturrohman, yang paling spesial adalah batu yang terdapat di tempat imam memimpin salat.

"Di bagian pengimamam ada batu utuh warna hitam, kalau tukang batu sih menyebutnya black oval, kalau menurut Pak Kiai, batu warna hitam itu mewakili batu hajar aswad," ucapnya.

Ia menceritakan, saat batu alam sedang booming di kalangan masyarakat, beberapa warga yang mengetahui koleksi batu alam di Masjid Al Munada Darussalam Baiturrohman sempat datang untuk membeli batu tersebut.

"Pas lagi jamannya pada suka batu, banyak orang kesini katanya mau beli, tapi sama pengurus enggak dikasih, ini milik jamaat masjid," ujarnya.

Selain itu, pada bagian puncak masjid, juga terdapat bongkahan emas yang telah ada sejak masjid tersebut didirikan.

"Di puncak masjid ada emasnya, emas itu diyakini punya pengaruh kuat terhadap perekonomian, kalau di sini ada krisis finansial, itu tinggal diambil dan dijual, itu juga sebagai peninggalan Pak Kiai," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved