Ramadan 2018

Mengintip Keunikan Masjid Perahu di Tebet yang Terinspirasi Kisah Nabi Nuh

"Masjid ini sudah berdiri tahun 1963, adapun perahu ini mengambil dari sejarah Nabi Nuh," ujar Mulyono (64).

Mengintip Keunikan Masjid Perahu di Tebet yang Terinspirasi Kisah Nabi Nuh
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Terlihat empat buah tiang penyangga yang menyangga Masjid Al Munada Darrusalam Baiturrahman tanpa rangka besi, pada dua tiang bagian depan terlihat pula adanya ukiran bertuliskan Asma Allah dan Asma Rosul. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Berdiri di antara dua apartemen mewah, banyak masyarakat yang tidak mengetahui keunikan Masjid Agung Al Munada Darrusalam Baiturrahman yang terletak di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

Akses masuknya pun hanya dapat dilalui oleh pejakan kaki dan pengendara sepeda motor, karena jalan untuk menuju masjid tersebut sangat sempit.

Bila menelisik lebih dalam, masjid yang didirikan oleh KH Abdurohman Mas'shum ini unik karena terdapat sebuah perahu seperti yang ada dalam kisah Nabi Nuh.

"Masjid ini sudah berdiri tahun 1963, adapun perahu ini mengambil dari sejarah Nabi Nuh," ujar Mulyono (64), seorang pengurus masjid, Minggu (10/6/2018).

Terlihat empat buah tiang penyangga yang menyangga Masjid Al Munada Darrusalam Baiturrahman tanpa rangka besi, pada dua tiang bagian depan terlihat pula adanya ukiran bertuliskan Asma Allah dan Asma Rosul.
Terlihat empat buah tiang penyangga yang menyangga Masjid Al Munada Darrusalam Baiturrahman tanpa rangka besi, pada dua tiang bagian depan terlihat pula adanya ukiran bertuliskan Asma Allah dan Asma Rosul. (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Lebih lanjut ia menceritakan, sang pendiri, yakni KH Abdurohman Mas'shum memiliki pandangan bahwa peristiwa Nabi Nuh akan terus berulang sampai nanti akhir zaman.

Saat ini, perahu yang tepat berada di samping masjid dipergunakan untuk area bersih-bersih, ruang pertapaan, dan ruang sebaguna.

"Saat ini perahu digunakan untuk tempat wudu dan toilet, lalu dibagian atas ada ruang pertemuan, kemudian di bagian kepala kapal ada tempat untuk kholwat atau bertapa orang-orang beraliran thorekoh," ucapnya kepada TribunJakarta.com sambil berkeliling menikmati keindahan arsitektur masjid.

Terlihat empat buah tiang penyangga yang menyangga Masjid Al Munada Darrusalam Baiturrahman tanpa rangka besi, pada dua tiang bagian depan terlihat pula adanya ukiran bertuliskan Asma Allah dan Asma Rosul.
Terlihat empat buah tiang penyangga yang menyangga Masjid Al Munada Darrusalam Baiturrahman tanpa rangka besi, pada dua tiang bagian depan terlihat pula adanya ukiran bertuliskan Asma Allah dan Asma Rosul. (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Berjalan jauh ke dalam, terdapat empat buah tiang penyangga masjid yang terlihat sangat kokoh tanpa adanya penyangga besi.

"Di dalam ada empat tiang, tiang ini tanpa rangka besi, dua tiang yang berada di belakang berasal dari kayu jati utuh, sementara dua lainya dari kumpulan kayu kecil yang ditutup menggunakan kayu jati," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved