Diminati Generasi Milenial, Pasar Apartemen Tetap Kuat di Bulan Ramadan

Peningkatan harga apartemen tetap stabil bahkan meski berada dalam periode Ramadan

Diminati Generasi Milenial, Pasar Apartemen Tetap Kuat di Bulan Ramadan
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Rumah.com 

Disamping kemudahan pembiayaan seperti cicilan uang muka, gimmick marketing yang disesuaikan dengan event yang sedang berlangsung, seperti Ramadan, tampaknya cukup ampuh untuk menarik minat konsumen. Agus menggelar acara buka bersama sebagai ajang membagikan informasi produk, serta menawarkan bonus umrah. "Sekitar 30% akad (di bulan Mei) terjadi saat bukber," katanya.

"Di bulan Ramadan malah meningkat jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di periode yang sama. Kebanyakan pembeli apartemen adalah pekerja di sekitar Depok. Ada yang untuk ditinggali, ada yang untuk investasi. Sebanyak 30-40% pembelinya berasal dari kalangan milenial, di bawah 35 tahun, beberapa masih lajang," ujar Agus.

Ketertarikan milenial terhadap properti, khususnya apartemen, juga tercermin dari Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Survei yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga survei Singapura, Intuit, itu menunjukkan bahwa sebanyak 59% responden berusia 20-39 tahun tertarik membeli apartemen dalam enam bulan ke depan. Minat yang lebih tinggi lagi ditunjukkan oleh generasi selanjutnya. Sebanyak 61% responden usia 40-60 tahun menyatakan berminat membeli apartemen dalam enam bulan ke depan.

Tingginya minat terhadap apartemen ini tidak lepas dari karakter apartemen, yakni hunian dengan harga yang relatif terjangkau dan berada di lokasi yang strategis. Dengan demikian, apartemen bisa dimanfaatkan juga sebagai investasi.

Menurut Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, “Dari sudut pandang konsumen milenial, apartemen adalah properti yang menarik. Letaknya yang strategis mendukung karakter mereka yang aktif dan dinamis. Apartemen biasanya terletak tak jauh dari pusat hiburan serta mudah menjangkau akses transportasi. Harganya juga masih bisa dijangkau oleh mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta."

"Sementara dari sudut pandang generasi yang lebih tua, mereka yang sudah mapan membidik apartemen sebagai sarana investasi. Kenaikannya lebih pesat jika dibandingkan rata-rata kenaikan rumah tapak. Apartemen juga relatif lebih mudah disewakan ketimbang rumah tapak. Aspek investasi ini juga menjadi pertimbangan generasi milenial. Meski masih sedikit, milenial yang sudah menyadari perlunya kematangan finansial menginvestasikan uangnya dalam bentuk apartemen," tandasnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved