Info Mudik 2018

Membludak, Pengelola Terminal Poris Plawad Tangerang Tambah Bangku dan Bangun Tenda

Tak jarang banyak pemudik yang terpaksa menunggu di luar terminal lantaran bagian dalam sudah penuh.

Membludak, Pengelola Terminal Poris Plawad Tangerang Tambah Bangku dan Bangun Tenda
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Tenda yang dibangun oleh pengelola Terminal Poris Plawad Tangerang salam mengantisipasi membengkaknya jumlah pemudik. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPONDOH - Menjadi pusat keberangkatan, pemudik yang membludak di Terminal Poris Plawad dimanjakan dengan kursi tunggu tambahan dan tenda untuk berteduh.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, Terminal Poris Plawad tampak membeludak, dipenuhi para pemudik dengan barang bawaannya yang banyak dan besar.

Baca: Kisah Nenek 78 Tahun Nikahi Pemuda di Bogor: Pernah Didatangi Warga Saat Pacaran, Kini Hamil 7 Bulan

Tak jarang banyak pemudik yang terpaksa menunggu di luar terminal lantaran bagian dalam sudah penuh.

Mengatasi membeludaknya pemudik, Kepala Koordinator Terminal Poris Kementerian Perhubungan, Alwien Athena mengatakan, pihaknya menyiapkan ratusan kursi dan dua tenda berlokasi di luar terminal.

"Memang padat sekali, ditambah barang bawaan pemudik yang juga kadang memakan tempat. Ada beberapa yang tidak menunggu di ruang tunggu, makanya kita siapkan ratusan kursi tambahan dan dua tenda untuk di luar untuk penumpang," ujar Alwien di Terminal Poris Plawad, Tangerang, Selasa (12/6/2018).

Baca: Ikut Mudik Ganteng di Monas, Gratis Pangkas Rambut, Ini Syaratnya

Ia memprediksi nanti malam merupakan puncak arus mudik kedua di Terminal Poris Plawad.

Pada sebelumnya, menurut Alwien, puncak arus mudik di Terminal Poris Plawad telah terjadi pada H-6 lebaran 2018.

"Nanti malam puncak kedua, makanya kami minta kepada petugas untuk siap menghadapi lonjakan penumpang," kata Alwien.

Sementara itu, seorang pemudik asal Cikokol, Okta, harus rela menunggu jadwal keberangkatannya ke Klaten di luar Terminal, lantaran penuhnya ruang tunggu terminal oleh pemudik.

"Iya di dalam penuh ya nunggu di luar aja dari pada sumpek di dalam. Untung ada tenda jadi tadi gak kehujanan," ujar Okta saat menunggu jadwal keberangkatan busnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved