Info Mudik 2018
Cerita Masinis Ganteng Tabrak Anak Kecil Hingga Diledek Bencong
Saat dirinya masih menjadi asisten masinis, Wawan mengatakan kereta yang ia bawa pernah ditabrak oleh anak balita usai dua tahun.
Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti
TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Wawan Setiyawan (29) merupakan masinis muda PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta yang sudah bertugas sejak 2013 di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Crew Stasiun Jatinegara.
Wawan menceritakan pengalamannya saat kereta ditabrak oleh orang.
"Kalau di kereta itu disebutnya kereta yang ditabrak bukan kereta yang menabrak orang atau kendaraan karena kereta punya lintasan sendiri," ujar Wawan saat ditemui TribunJakarta.com beberapa waktu lalu.
Saat dirinya masih menjadi asisten masinis, Wawan mengatakan kereta yang ia bawa pernah ditabrak oleh anak balita usai dua tahun.
Saat itu, lintasan yang ia lewati memang dekat dengan pemukiman penduduk.
"Jadi waktu itu, saya melintas di daerah yang rumah penduduknya ada di dekat lintasan. Saya lihat dari kejauhan itu kok kayak ada anak kecil. Tapikan kereta kalau nge-rem juga enggak bisa langsung berhenti kan," ujar Wawan.
"Semakin dekat, ya namanya juga anak kecil enggak ngerti dia malah kesenangan ada kereta yang datang. Ya akhirnya tertabrak deh," tambah dia.
Ia menjelaskan standar operasional prosedur saat kereta menemui halangan seperti tabrakan tersebut.
Masinis harus menghentikan kereta untuk memeriksa kerusakan kereta dan melihat kondisi korban, lalu melanjutkan perjalanan.
Di stasiun terdekat masinis membuat laporan mengenai kejadian yang dialaminya tersebut.
"Kita lapor, semacam buat berita acara. Terus kereta melanjutkan perjalanan, korban tabrakan akan diurus petugas," ujar Wawan.
Setelah mengalami hal tersebut, ia mengaku terus memikirkan korban.
"Iya kepikiran lah pastinya. Masih kecil kan kasihan. Tapi ya namanya tugas harus dijalanin. Besoknya pas saya balik lewat tempat itu lagi di rumahnya sudah ada tenda sama bendera kuning," ungkap dia.
Selain menceritakan tentang orang yang menabrakan diri ke kereta, ia juga suka kesal dengan orang yang pura-pura hendak bunuh diri.
Ia pernah dikerjai oleh pria yang berpenampilan seperti wanita.
"Waktu itu dari jauh saya sudah lihat ada orang berdiri di tengah lintasan kayak mau bunuh diri. Karena saya lihat ada orang itu saya berusaha memperlambat kereta. Pas udah dekat, tiba-tiba itu bencong lompat ke luar lintasan dan meledeknya 'Gak kena gak kena'," ungkapnya.
Dirinya saat itu merasa kesal karena bagaimana pun ia membawa banyak penumpang pula.
"Kesel. Jadinya kan mengganggu perjalanan. Kita juga bawa penumpang banyak. Pokoknya kalau ada seperti itu saya berusaha yang terbaik lah," ujarnya.
Ia bersyukur selama dirinya menjadi masinis belum pernah mengalami peristiwa tabrakan selama ia bertugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/masinis_20180611_112431.jpg)