Jelang Lebaran, Pedagang Sepatu Mengaku Sepi Pembeli
Dirinya juga tidak mungkin menaikan harga, pasalnya banyak pembeli yang mengeluh jika hal itu dilakukan.
Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi | Editor: Kurniawati Hasjanah
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran
TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Pedagang sepatu sekaligus penjahit sol di kawasan Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara mengeluhkan sepinya pembeli pada lebaran kali ini.
Satu diantaranya Ujang (57) tahun yang juga ikut merasakan hal serupa.
Ujang mengatakan setiap tahunnya dia selalu mengalami penurunan pendapatan.
Bahkan jelang lebaran kali ini dia mengaku lebih sepi ketimbang tahun sebelumnya.
Baca: Tampak Mengantuk Saat Disuapin Hingga Disuruh Tidur oleh Nagita Slavina, Rafathar Beri Reaksi Ini
"Parah tahun ini, setiap tahun selalu turun. Tahun kemaren parah, ini lebih parah lagi," kata Ujang saat ditemui TribunJakarta.com, Kamis (14/6/2018).
Jika dulunya ujang dapat menjahit 20 sepatu dalam sehari, kini menjelang lebaran angka itu turun menjadi lima sepatu.
Penurunan tersebut menurutnya karena banyaknya masyarakat yang berbelanja sepatu melalui online di era digital ini.
"Soalnya sekarang banyak orang yang beli sepatu melalui online," ujarnya.
Dirinya juga tidak mungkin menaikan harga, pasalnya banyak pembeli yang mengeluh jika hal itu dilakukan.
Untuk sepatu yang Ujang jual dibanderol seharga Rp 15 ribu per pasang.
Sedangkan untuk ongkos menjahit sol sepatu dikenakan harga Rp 20 ribu setiap pasang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ujang1_20180614_105931.jpg)