Breaking News:

Menhub: Kasus Penerbangan Balon Liar di Jawa Turun Drastis Sejak Puncak Arus Mudik

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, jumlah penerbangan balon udara sudah menurun sejak puncak arus mudik Lebaran 2018.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat meninjau arus balik Lebaran 2018 di Posko Terpadu Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kementerian Perhubungan mencatat, kasus penerbangan balon udara khususnya di wilayah pulau Jawa mengalami penurunan terutama jelang puncak arus mudik 2018.

Penerbangan liar balon udara kerap kali menjadi sorotan Kementerian Perhubungan dan para pilot dari berbagai maskapai lantaran dapat membahayakan penerbangan.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, jumlah penerbangan balon udara sudah menurun sejak puncak arus mudik Lebaran 2018.

"Dari laporan Kementerian Perhubungan, terakhir masih ada 15 kasus balon udara yang terbang di sekitar Jawa. Namun, hal itu sudah praktis turun drastis dibandingkan dengan beberapa hari lalu tepatnya pada Minggu 75 kasus balon udara yang diterbangkan liar," ujar Budi di Posko Terpadu Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/6/2018).

Budi melanjutkan, dalam laporan pengamanan jalur udara akan adanya balon tersebut, pihak kepolisian setempat pun telah mengamankan 100 balon udara yang nantinya ditindak lanjuti.

Tak tanggung-tanggung, pihaknya pun akan menjebloskan pelaku yang menerbangkan balon udara liar ke dalam sel tahanan.

"Kita sudah koordinasi dengan pihak keamanan, Kapolda Jatim, Jateng, Yogya, dengan mengumpulkan 100 balon yang tidak jadi diterbangkan. Dan kita tekankan bagi yang menerbangkan balon udara akan mendalatkan kurungan dua tahun penjara," jelas Budi.

Sementara itu, Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam aksi keberadaan balon udara lantaran dapat mengganggu keselematan penerbangan.

Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Ari Sapari mengatakan, tradisi menerbangkan balon gas udara ini sebenernya sudah terjadi sejak tiga atau empat tahun lalu.

"Beberapa tahun belakangan ini antara tiga sampai empat tahun kebelakang ada tradisi yang dilakukan masyarakat untuk menerbangkan balon udara, dan itu mengancam keselematan sisi udara," ujarnya.

Berpacu kepada undang-undang penerbangan, menurut Ari, penerbangan balon gas harus mempunyai izin atau dapat dikatakan liat dan bisa dipidana.

"Kalau pada aturan penerbangan yang tertuang dalam undang-undang penerbangan, pelepasan balon gas ke udara harus memiliki izin khusus," kata Ari.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved