Bacakan Pledoi, Fredrich Yunadi Tegaskan Advokat Tidak Bisa Dituntut: Jaksa Jangan Membangkang

"Advokat tidak dapat dituntut. Tidak ada alasan apapun bagi jaksa untuk membangkang konstitusi," ujar Fredrich.

Bacakan Pledoi, Fredrich Yunadi Tegaskan Advokat Tidak Bisa Dituntut: Jaksa Jangan Membangkang
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN- Terdakwa Fredrich Yunadi merasa dirinya tidak dapat dituntut secara pidana. Sebab, dirinya sebagai advokat memiliki kekebalan hukum saat sedang menjalankan tugas profesi.

Hal itu dikatakan Fredrich saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (22/6/2018).

"Advokat tidak dapat dituntut. Tidak ada alasan apapun bagi jaksa untuk membangkang konstitusi," ujar Fredrich.

Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi (kiri) berdiskusi dengan penasehat hukumnya pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (12/4). Sidang tersebut menghadirkan asisten advokat Yunadi and Associates, Achmad Rudiansyah dan dokter RS Medika Permata Hijau Francia Anggreini untuk mengetahui kronologis kecelakaan Setya Novanto. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/18 (WAHYU PUTRO A)
Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi (kiri) berdiskusi dengan penasehat hukumnya pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (12/4). Sidang tersebut menghadirkan asisten advokat Yunadi and Associates, Achmad Rudiansyah dan dokter RS Medika Permata Hijau Francia Anggreini untuk mengetahui kronologis kecelakaan Setya Novanto. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/18 (WAHYU PUTRO A) ()

Menurut Fredrich, profesi advokat diatur oleh peraturan organisasi profesi advokat. Termasuk kode etik dan standar kerja advokat.

Dengan demikian, menurut Fredrich, untuk menilai apakah seorang advokat telah melanggar aturan atau tidak, harus digunakan peraturan dan kode etik advokat.

Baca: Cegah Parkir Liar, Kecamatan Kebayoran Lama Buat Perjanjian dengan Petugas Parkir

Peraturan internal menjadi dasar penilaian atas pekerjaan yang dilakukan. Selain itu, menurut Fredrich, apabila ada dugaan pelanggaran, maka sanksi yang dapat diberikan harus berdasarkan mekanisme internal dan peraturan organisasi.

Menurut Fredrich, penegak hukum lain tidak dapat menilai pekerjaan advokat.

Sebab, advokat memiliki kekebalan hukum. Mengenai tuduhan menghalangi penyidikan, menurut Fredrich, penyidik, jaksa atau hakim tidak memiliki kewenangan untuk menilai itikad baik seorang advokat.

Baca: Lapaknya Terbakar, Bos Lapak Rongsokan Akan Bicara dengan Pemilik Lapak Sumber Api

"Orang yang sedang melakukan profesi sesuai aturan profesi memiliki kekebalan hukum, maka tidak dapat dugugat secara perdata atau pidana," kata Fredrich.

Fredrich Yunadi dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa KPK. Menurut jaksa, Fredrich terbukti menghalangi proses hukum yang dilakukan penyidik KPK terhadap tersangka mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Selain itu, Fredrich juga dituntut menbayar denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan. Menurut jaksa, Fredrich melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medlka Permata Hijau.

Baca: Setahun Lebih Buron, Pencuri Spesialis Rumah Kosong Diringkus Polisi Saat Berlebaran dengan Keluarga

Fredrich diduga sudah memesan kamar pasien terlebih dahulu sebelum Novanto mengalami kecelakaan. Fredrich juga meminta dokter RS Permata Hijau untuk merekayasa data medis Setya Novanto.

Upaya itu dilakukan dalam rangka menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK. Saat itu, Setya Novanto telah berstatus sebagai tersangka perkara tindak pidana korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). (Abba Gabrillin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Sebagai Pengacara, Fredrich Yunadi Merasa Kebal Hukum

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved