Guru Debora Tewas di Tangan Anak Pertamanya di Lorong Kamar Mak Heni

Bau busuk dari darah yang sudah mengering tercium di lorong kamar Mak Heni, di sana lah Debora tewas diduga akibat benda tumpul.

Guru Debora Tewas di Tangan Anak Pertamanya di Lorong Kamar Mak Heni
Warta Kota
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJAKARTA.COM, SEMARANG - Warga terhenyak mengetahui Debora Sriani Setyowati (50) tewas dengan luka di kepala di rumah ibunya di Jalan Senjoyo II 37, Bugangan, Semarang, Kamis (21/6/2018) sore.

"Dia guru, baik sekali dan selalu mengurus Mak Heni setiap hari," ujar Suyud, petugas keamanan kompleks.

Sebelum meninggal, Debora sering mengeluhkan tabiat buruk anak pertamanya yang sering berbuat kasar saban meminta uang.

Ia tewas dipukul anaknya menggunakan besi.

Mak Heni adalah ibunda Debora.

Korban kerap menjenguk Mak Heni karena di usia senjanya harus dibantu karena kondisinya lumpuh dan agak sulit berbicara dengan orang lain.

Adalah sang adik yang mengetahui Debora tewas di rumah Mak Heni setelah mencium bau busuk di depan lorong kamar rumah ibunya itu.

Sebelum kematiannya, Suyud melihat Debora yang sedang menuju rumah Mak Heni dibuntuti anak pertamanya.

Saat membuka pintu, menurut Suyud, sang adik melihat darah telah mengering dan diduga Debora sudah tewas dua hari sebelum ditemukan pada Kamis (21/6/2018).

Halaman
12
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved