Presiden Jokowi Tegaskan Tak Intervensi SP3 Rizieq Shihab

"Jadi tidak ada intervensi apapun dari kita (pemerintah), itu adalah wilayah hukum," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi Tegaskan Tak Intervensi SP3 Rizieq Shihab
KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG
Rizieq Shihab 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - ‎Presiden Joko Widodo memastikan tidak ada intervensi dalam kasus tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, hingga akhirnya terbit Surat Perintah Penghentian Penyidik (SP3).

Diketahui, pihak Kepolisian telah mengeluarkan SP3 untuk kasus dugaan chat berunsur pornografi dan penghinaan Pancasila, yang menjerat Rizieq.

"Jadi tidak ada intervensi apapun dari kita (pemerintah), itu adalah wilayah hukum," ujar Jokowi di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (21/6/2018).

Menurut Jokowi, diterbitkannya SP3 untuk kasus Rizieq merupakan urusan penyidik Polri bukan wilayahnya pemerintah.

"Tanyakan kepada penyidik atau Kapolri," kata Jokowi.

Baca: Jokowi Tinjau Proyek Pembangunan Runway Pesawat Bandara Soekarno-Hatta

Sebelumnya, hal yang sama juga diungkapkan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin yang menegaskan tidak ada intervensi atas terkait terbitnya SP3 kasus dugaan chat berunsur pornografi Rizieq Shihab.

Diketahui, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal sebelumnya telah membenarkan perihal terbitnya SP3 ini, Sabtu (16/6).

Syafruddin mengatakan tak ada intervensi sedikitpun, khususnya dari pimpinan Polri.

“Apapun yang dilakukan penyidik tentu kewenangan mereka. Tidak ada intervensi apapun dari pimpinan Polri,” ujar Syafruddin, ditemui di PTIK, Jakarta Selatan.

Baca: Ucapkan Selamat Ulang Tahun, Menpora Sebut Presiden Jokowi Teladan Pemimpin Bagi Semua

Ia pun mengatakan bahwa hal ini bukanlah domain dari pimpinan Polri.

Sebab, semua proses hukum di Indonesia mengenai penyidikan adalah domain penyidik.

Lebih lanjut, jenderal bintang tiga ini menjelaskan jika penyidik pasti memiliki alasan yang kuat atas penghentian kasus ini.

“Bukan domain pimpinan Polri, Kapolri, Wakapolri,” kata Syafruddin.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved