Breaking News:

Ray Rangkuti Nilai Partai Baru Tak Membuat Pembaharuan Politik

Ray mengungkapkan sulitnya politikus baru diterima di masyarakat karena hal teknis

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Ray Rangkuti 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Pengamat Politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyebut pembaharuan politik sulit dilakukan saat ini.

Meskipun sudah banyak partai baru bermunculan.

Menurut Ray, banyaknya partai, justru membuat pemilih akan mengingat partai yang sudah dikenal sebelumnya.

Baca: Sesosok Mayat Pria Tak Berbusana Ditemukan di Hotel Kawasan Koja Jakut

Sebab, terlalu sulit mengingat belasan partai dengan ribuan nama di dalamnya.

"Ini agak complicated dalam arti begini ya, ada semangat untuk mencari pemain baru, tapi pada saat yang bersamaan karena banyak sekali partai, ujungnya pemilih itu mentoknya hanya di partai yang dia ingat saja begitu," kata Ray kepada TribunJakarta.com, selepas diskusi bertajuk 'Banten Sambut Pemilu Serentak 2019' di Jalan Setiabudi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (24/6/2018).

Baca: Ray Rangkuti Sebut Fatsun Politik Saat Ini Masih Seperti Orde Baru

Ray mengungkapkan sulitnya politikus baru diterima di masyarakat karena hal teknis.

Ia menyebut parliamentary threshold sebagai salah satu.

"Sekarang misalnya mereka ingin partai baru yang ada sekarang, calonnya bagus-bagus, dan terkendala di parliamentary threshold," ujarnya.

Syarat-syarat administratif tersebut membuat pembaharuan politik masih sulit diraih.

"Syarat-syarat administratif kita, teknis pelaksanaannya, pada tingkat tertentu tidak terlalu membantu bagi terjadinya pembaharuan politik." pungkasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved