IPW Desak Polri untuk Netral dalam Pilkada 2018

Indonesia Police Watch (IPW) Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar perlu kembali menegaskan sikap Polri yang independen di Pilkada 2018

IPW Desak Polri untuk Netral dalam Pilkada 2018
www.swatt-online.com Neta S Pane 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar perlu kembali menegaskan sikap Polri yang independen di Pilkada 2018.

Hal ini disebabkan beberapa hari menjelang pelaksanaan pilkada, laporan ketidaknetralan anggota kepolisian terus bermunculan.

"Kapolri Tito Karnavian sepertinya perlu kembali menegaskan sikap Polri yang independen di Pilkada 2018," ujar Neta dalam keterangan tertulis yang diterima TribunJakarta.com, Minggu (24/6/2018).

Menurut Neta, berdasarkan temuan Police Watch (IPW) mencatat pada tanggal 22 Juni 2018 warga Tapanuli Utara melakukan aksi demo ke DPRD dan ke polres. 

Massa menuntut Kapolres segera mengundurkan diri karena dinilai tidak konsisten dan tidak mampu menjaga netralitas kepolisian di Pilkada 2018 di daerahnya. Apalagi ada oknum anggota DPR ikut mempengaruhi.

"Melihat situasi panas ini, Mabes Polri lewat Satgas Nusantaranya perlu segera turun ke Tapanuli Utara agar tidak terjadi konflik di daerah itu," ujar Neta.

Ketidaknetralan polisi ini, lanjutnya, bukanlah yang pertama. Di pilpres 2009, ketidaknetralan polisi sempat marak. Sejumlah kaos partai politik penguasa sempat ditemukan di sejumlah Polsek dan Polres.

"IPW berharap kasus ini tidak terulang lagi. Apalagi, Mabes Polri sudah membentuk Satgas Nusantara untuk menjaga pilkada 2018 yang aman, damai, dan lancar," ujar Neta.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved