Asian Games 2018
Kursi Roda Tak Berstandar, Pemain Timnas Basket Indonesia Sering Terjatuh
Timnas basket kursi roda Indonesia belum memiliki kursi roda berstandar sehingga membuat pemain rentan jatuh saat bertanding.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Timnas basket kursi roda Indonesia belum memiliki kursi roda berstandar sehingga membuat pemain rentan jatuh saat bertanding.
Hal itu dikatakan pelatih timnas basket, Fajar Brilianto kepada TribunJakarta.com, usai laga persahabatan antara anak asuhnya melawan timnas Thailand di lapangan British School Jakarta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (25/6/2018).
"Kursinya ini belum terstandar, jadi kita memang kita masih terkendala dengan peralatan ya. Jadi nanti Agustus baru datang," terang Fajar.
"Jadi, nanti Juli saat test event masih menggunakan (kursi roda) yang ini," imbuh dia.
Kursi roda yang dipakai pebasket dibuat khusus sesuai postur pemainnya.
Fajar mengibaratkannya seperti sepatu pada pemain basket konvensional.
"Kalau saya pakai, orang lain enggak bisa pakai," ujar dia.
Saat ini 12 pemain timnas Indonesia itu masih mengenakan kursi roda yang tidak sesuai dengan psatur badan.
"Pinggang harus pas, ketinggian harus pas. Kadang pemain low masih pakai kursi yang high. Jadi belum sesuai kebutuhan individu," papar Fajar.
Kursi roda yang tidak standar dan sesuai postur membuat pemain rentan jatuh saat bermain.
Fajar pun menyontohkan dari pertandingan persahabatan melawan timnas Thailand yang baru saja selesai itu.
"Pengaruh, jadi sering jatuh saja. Karena tidak sesuai dengan spek ukuran tubuh," tegasnya.
TribunJakarta.com juga melihat hal yang sama. Berdasarkan hasil pantauan, pemain timnas Indonesia kerap terjatuh, terlebih ketika bertabrakan dengan pemain Thailand.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/timnas-basket-kursi-roda-indonesia-vs-tahiland_20180625_182444.jpg)