H-1 Pencoblosan, Kapolres Bekasi Tinjau Sejumlah TPS

Potensi kerawanan di TPS 08 dan 09 sendiri kata Indarto yakni adanya keberadaan markas salah satu organisiasi masyarakat (ormas)

H-1 Pencoblosan, Kapolres Bekasi Tinjau Sejumlah TPS
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kapolres saat memantau TPS 08 RT 04/03 Harapan Mulya, Medan Satria 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto meninjau langsung Tempat Pemungutan Suara (TPS) 08 dan TPS 09, RT 04 RW 03, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Selasa (26/6/2018).

Indarto mengatakan, TPS 08 dan 09 pada saat pencoblosan nanti merupakan TPS yang akan dikunjungi Tim Pengawas dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia bersama tim pengawas dari warga negara asing (WNA).

"Hari ini persiapan terakhir, dan hari ini tinggal mematangkan, saya hanya memastikan bahwa betul-betul benar-benar siap," kata Indarto kepada TribunJakarta.com.

Untuk pengaman di TPS 08 dan TPS 09 masing-masing akan dijaga dua orang anggota Polisi, satu orang tentara dan dua orang Linmas. Dia juga memastikan kotak suara di TPS tersebut disimpan di tempat yang aman dan bukan tempat pribadi.

Baca: Pilkada Tangerang 2018 Bakal Jadi Sorotan Dunia

"Tadi saya juga pastikan tempat yang aman jika terjadi hujan dan tidak bisa menampung akan bergeser kemana, serta lokasi menyimpan kotak suara nanti akan ditempatkan di masjid terdekat," jelas dia.

Potensi kerawanan di TPS 08 dan 09 sendiri kata Indarto yakni adanya keberadaan markas salah satu organisiasi masyarakat (ormas).

Ormas tersebut diketahui memiliki dukungan ke salah satu pasangan calon (paslon) baik Paslon Wali Kota maupun Paslon Gubernur Jawa Barat.

"Kita sudah garansi ke warga sekitar dan Ormasnya langsung melalui Bhabinkamtibnas bahwa sudah ada garansi untuk menjaga keamanan bersama," tegas Indarto.

Selain itu, indikator kerawanan TPS tersebut juga disinyalir keseimbangan dua kubu paslon Wali Kota Bekasi yang cenderung berimbang.

"Historis, jadi disini banyak relawan yang relatif berimbang, kalau relatif berimbang potensi gesekan pasti ada, potensi loh ya.
Nah itu potensi itu kita antisipasi dengan menempatkan anggota dan pola pengaman berlapis," jelas dia.

Pola pengaman untuk TPS kata dia, lebih pada body sistem, dimana setiap anggota akan menjaga anggota lainnya untuk pengaman berlapis secara bersama-sama.

"Masing masing anggota mengamankan saling melindungi, dua sampai tiga anggota ini tidak boleh bergerak sendiri jadi saling melindungi," tandasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved