Breaking News:

Pilkada Serentak 2018

Buntut Penembakan Pesawat Pengangkut Logistik, Pilkada di Kabupaten Nduga Papua Tertunda

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penembakan tersebut menyerang pesawat dan anggota Brimob yang sedang membawa logistik Pilkada.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Jenderal Tito Karnavian (kanan), memberikan keterangan terkait hasil pelaksanaan Pilkada Serentak di 171 daerah di Seluruh Indonesia Attachments area 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Dua hari yang lalu, terjadi insiden penembakan terhadap pesawat pengangkut logistik untuk pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Akibatnya, pelaksanaan Pilkada di Kabupaten tersebut terpaksa ditunda hingga kondisi kembali kondusif.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penembakan tersebut menyerang pesawat dan anggota Brimob yang sedang membawa logistik Pilkada.

Baca: 2 Buronan Kasus Penodongan dalam Mikrolet Tertangkap, Ini Peran Mereka

"Kita ketahui dua hari yang lalu terjadi penembakan terhadap pesawat dan anggota Brimob, yang membawa logistik untuk Pilkada disana," ucap Tito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/6/2018).

Tito menuturkan, saat ini kondisi di Nduga masih belum kondusif, dan tidak memungkinkan untuk mendaratkan pesawat pengangkut logistik.

Akibatnya, logistik belum dapat dikirim dan penyelenggaraan Pilkada harus ditunda untuk sementara waktu.

Baca: Mengaku Dimaki dan Dibiarkan Hidup Susah, Ibunda Disebut Barbie Kumalasari Punya Penyakit Kejiwaan

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menuturkan, sejumlah personel Kepolisian diberangkatkan hari ini untuk membantu pengamanan di Nduga.

"Hari ini sudah diberangkatkan sejumlah personel, untuk memperkuat keamanan disana," ujar Setyo di Mabes Polri.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved