Breaking News:

Pilkada Serentak 2018

Ini Kemeriahan Kampung Karnaval Pilkada Karnaval di Depok yang Disambangi Kapolda Metro Jaya

Kepada wartawan, Idham menyatakan kunjungannya tersebut khusus dilakukan guna memantau jalannya Pilkada Serentak.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Suasana di Kampung Karnaval Pilkada di RW 03 Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok, Rabu (27/6/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kampung Pilkada Karnaval di RW 03 mendapat kunjungan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis saat Pilkada Serentak berlangsung.

Kepada wartawan, Idham menyatakan kunjungannya tersebut khusus dilakukan guna memantau jalannya Pilkada Serentak.

"Hari ini saya datang ke TPS khusus Karnaval di Depok. Saya ingin melihat pelaksanaan Pilkada ini langsung, ini pesta demokrasi yang dilakukan dengan kegembiraan," kata Idham di Pancoran Mas, Depok, Rabu (26/06/2018).

Baca: Sempat Bungkam, Penyanyi Bryan Adams Akhirnya Buka Suara Soal Rumor dengan Putri Diana

Sekira 10 menit, Jenderal bintang dua itu meninjau TPS yang juga pernah dikunjungi mantan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti pada Pilwalkot Depok tahun 2015.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis saat berfoto bersama di Kampung Karnaval Pilkada di RW 03, Pancoran Mas, Depok, Rabu (27/6/2018).
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis saat berfoto bersama di Kampung Karnaval Pilkada di RW 03, Pancoran Mas, Depok, Rabu (27/6/2018). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Ketua RW 03 Kelurahan Depok Jaya Nuryadin Rahman mengatakan konsep yang digagas saat Pilkada Serentak ini merupakan Karnaval.

"Kalau pas Pilpres 2014 itu Kampung Pilkada konsepnya nasional, jadi waktu kita menggunakan baju-baju daerah. Kalau Pilkada sekarang Karnaval, warna-warni keceriaan," tutur pria yang mengenakan pakaian ala Koboi.

Dikatakannya, ornamen warna-warni yang digunakan untuk mendekorasi TPS berasal dari sampah daur ulang.

Baca: Bima Arya Sujud Syukur Lihat Hasil Quick Count Sementara Unggul di Pilkada Kota Bogor

Sampah itu berasal dari bank sampah yang kemudian oleh anggota PKK, Paud dan warga lainnya.

"Perbedaan sekarang itu kita melibatkan anak Paud, jadi mereka menari, senam, terus ada badut-badutnya juga. RT yang ikut itu RT 01 sampai RT 11. Kalau TPS dari TPS 10 sampai 11," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved