Pilgub Jawa Tengah

Pocong hingga Keranda Mayat Temani Warga Mencoblos di TPS7 Randusari Semarang

"Dua hari lalu b‎aru digunakan untuk mengangkat jenazah warga sini yang meninggal dunia, jadi masih fresh," jelasnya

Pocong hingga Keranda Mayat Temani Warga Mencoblos di TPS7 Randusari Semarang
ISTIMEWA/TRIBUN JATENG
Tempat pemungutan suara (TPS) 7, yang terletak di RT 07 RW 03, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SEMARANG - Nuansa horor terasa di tempat pemungutan suara (TPS) 7, yang terletak di RT 07 RW 03, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Betapa tidak, TPS itu didekor dengan berbagai hal menyeramkan.

Begitu memasuki ruang balai pertemuan yang menjadi lokasi TPS, pandangan mata akan langsung bertemu dengan boneka yang menyeramkan, boneka pocong, dan keranda mayat di pojokan kiri, miniatur kuburan, serta aksesoris lain yang tampak menyeramkan.

Bahkan, keranda yang dipajang baru saja digunakan untuk mengangkat jenazah dua hari yang lalu. ‎
"Konsepnya memang dibikin horor dan menyeramkan, biar kelihatan unik," kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 7, Bruno Krisyanto, Selasa (26/6).

Menurut dia, ide dekorasi TPS horor ‎itu muncul begitu saja. Menurutnya, hal itu sekaligus menjadi ciri khas dari pemukiman warga setempat yang memang berada di tengah area pemakaman umum Bergota.

"Warga sini sudah biasa dengan nuansa horor-horor begitu. Tiap hari kami memang hidup di tengah area pemakaman," ujarnya.

Tak hanya nuansa TPS yang didesain horor, Bruno menuturkan, para petugas nantinya juga akan berdandan ala-ala hantu yang menyeramkan. Menurut dia, hal itu sekaligus untuk memperkuat nuansa horor yang diinginkan.

"Biar totalitas, nanti petugas juga pakai kostum yang seram-seram," papar pria yang juga merupakan ketua rukun tetangga (RT) setempat.

Benar saja, meski balai pertemuan disulap menjadi begitu horor, petugas perlindungan masyarakat (Linmas), ‎Tri Cahyo Nugroho,‎ yang sedang berjaga di tempat tersebut tampak santai. Tak tampak raut ketakutan yang tergu‎rat di wajahnya.

‎"Saya juga warga sini, meski beda RT. Jadi biasa saja, nggak takut atau gimana-gimana," ucapnya.
Warga setempat, Yosep Bagus Adi Wicaksana mengungkapkan hal senada. Menurut dia, warga sama sekali tak keberatan dengan konsep TPS horor tersebut.

"Warga tak ada yang keberatan, tiap hari kami sudah hidup berdampingan dengan makam," tukasnya.
‎Dia menambahkan, tak hanya petugas KPPS, warga juga turut bergotongroyong membantu penataan TPS tersebut. Sejak pukul 09.00 kemarin, warga sudah mulai mempersiapkan balai pertemuan itu untuk disulap menjadi TPS horor.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved