Breaking News:

Pilkada Serentak 2018

Bawaslu Banten Dapati Enam Temuan Pelanggaran di Pilkada Serentak

Baswaslu Banten menemukan enam kecurangan di Pilkada Serang, Pilkada Lebak, Pilkada Kabupaten Tangerang dan Pilkada Tangerang pada Rabu (27/6/2018).

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Warga binaan Lapas Anak dan Wanita Kelas II B Tangerang, ikut menyuarakan suaranya di Pilkada Kota Tangerang 2018. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTEN - Baswaslu Banten menemukan enam kecurangan di Pilkada Serang, Pilkada Lebak, Pilkada Kabupaten Tangerang dan Pilkada Tangerang pada Rabu (27/6/2018).

Ketua Bawaslu Banten, Didih M Sudi, mengatakan mendapati masih ada sejumlah warga yang melaporkan tidak masuk dalam daftar pemilih tetap di Serang dan Kabupatan Tangerang.

Didih menerangkan masih ada politik uang di Pilkada Serang.

"Terdapat dugaan pelanggaran politik uang di kota Serang, yakni di Kecamatan Taktakan dan Kecamatan Walantaka," terang dia.

Di Kabupaten Lebak, Bawaslu mendapati pemilih dengan KTP asal luar Lebak.

Selain itu Bawaslu mendapati pemilih yang tidak dapat memilih karena tidak dapat libur kerja saat pencoblosan.

"Terdapat pemilih di Kabupatan Lebak yang bekerja di sebuah perusahaan di Kabupaten Serang yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya sebagaimana diatur dalam pasal 182 b UU Nomor 10 tahun 2016 junto Perpres nomor 14 tahun 2018 tentang libur naaional pada hari pemungutan suara," terang dia.

Sedangkan dua temuan pelanggaran lain terkait kejanggalan jumlah suara dan pemilih di TPS 2, Desa Aweh, Karanganyar, Kabupaten Lebak, dan TPS 8 di Desa Sidoko, Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Pelanggaran di dua TPS tersebut rencananya bakal ada pemungutan suara ulang pada 30 Juni 2018.

Sedangkan temuan lainnya masih dalam proses lebih lanjut.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved