Lurah Pengadegan Berharap Ikon Ciliwung Menjadi Kebanggan Warganya

Lurah Pengadegan, Mursyid, melantik Rukun Tetangga (RT) serta Rukun Warga (RW) di wilayahnya.

Lurah Pengadegan Berharap Ikon Ciliwung Menjadi Kebanggan Warganya
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Lurah Pengadegan, Mursyid, berpose memegang golok di sela Festival Rantangan di Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, Kamis (28/6/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Lurah Pengadegan, Mursyid, melantik Rukun Tetangga (RT) serta Rukun Warga (RW) di wilayahnya.

Pelantikan jajaran RT dan RW ini bertepatan dengan Festival Rantangan 2018 yang diadakan di Kelurahan Pengadegan.

Mursyid menjelaskan sengaja melantik mereka bersamaan dengan festival agar ada sentuhan unsur kebudayaan Betawi.

"Selama ini kita tahu pelantikan RT RW di gedung-gedung. Gimana kita merancang RT RW bersentuhan dengan kearifan kebudayaan lokal bersanding dengan kebudayaan yang pernah ada. Di sini ada 8 RW dan 84 RT yang baru dilantik," ujar Mursyid kepada TribunJakarta.com, Kamis (28/6/2018).

Lurah Pengadegan berharap agar kepemimpinan tingkat RT/RW di lingkungannya dapat mengemban tugas dalam melayani warganya.

"Saya harapkan RT RW yang baru ini, tongkat kepemimpinan yang telah diberi harus terus dipertahankan kebijakan yang baik. Seperti kampung hidroponik, kampung warna warni, kampung hijau harus muncul lagi," ucap dia.

Ia mengharapkan ikon Ciliwung di wilayah Pengadegan menjadi kebanggaan warganya.

"Ikon Ciliwung menjadi ikon kita, di mana buaya putih menjadi kebanggan kita. Ciliwung buat yang lain dianggap musibah, tapi Pengadegan cukup bangga dengan adanya Ciliwung," tandasnya bangga.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved