Pengendara Mengeluh, Dishub Kota Depok Tak Bakal Bongkar Separator di Jalan Raya Margonda

Pengendara mempertanyakan Dinas Perhubungan Kota Depok yang memasang sembilan water barrier di dekat separator Jalan Raya Margonda.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Taksi menabrak separator di Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas, Depok, Kamis (24/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pengendara mempertanyakan Dinas Perhubungan Kota Depok yang memasang sembilan water barrier di dekat separator Jalan Raya Margonda.

Eros (26), pengendara mobil menilai pemasangan water barrier yang bertujuan untuk mengurangi kecelakaan bukan merupakan langkah tepat.

"Saya rasa enggak terlalu berpengaruh. Yang nabrak separator juga kan biasanya justru orang Depok, bukan orang lewat. Lagian semenjak ada separator justru makin macet," kata Eros, Jumat (29/6/2018).

Menurut dia keberadaan separator justru dimanfaatkan sopir angkot untuk berhenti menunggu penumpang.

Imbasnya, sejumlah pengemudi yang merasa geram terburu-terburu menyalip dan menabrak separator.

"Namanya macet gara-gara angkot ngetem kan pasti kesal. Makannya berusaha nyalip angkot, cuman malah jadi nabrak separator. Tapi mungkin ada juga yang menabrak karena ngantuk," tutur dia.

Tidak hanya pengemudi mobil, pengendara motor juga menilai separator di sana justru menambah kemacetan.

Aang (41), warga Sukmajaya, menilai keberadaan separator justru berdampak pada kemacetan dan semerawutnya arus lalu lintas.

"Buat apa dipasang pembatas seperti itu, kan separatornya yang bikin macet. Orang pada enggak sabar jadi ada sopir mobil yang nabrak separator," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved