Pasar Properti di Tahun Politik Meningkat

"Jelang pilpres, Pemda justru mendukung atau memberi kemudahan bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah sehingga kondisi pasar properti meningkat."

Pasar Properti di Tahun Politik Meningkat
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
di Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (25/3/2018). 

Pilkada DKI Jakarta 2017, yang memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno digelar pada bulan Februari untuk putaran pertama dan April untuk putaran kedua.

Sementara itu, Pilkada Banten 2017 yang memenangkan pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy digelar satu putaran pada Februari.

Data Rumah.com Property Index menunjukkan, tren harga properti DKI Jakarta menunjukkan peningkatan sebesar 2,1% dari kuartal keempat (Q4) 2016 (sebelum pilkada) ke Q1 2017 (periode pilkada). Sementara itu, pada Q2 2017 mengalami peningkatan sebesar 3,3% dibandingkan Q1 2017.

Tren yang sama juga terlihat pada tren harga properti di Banten. Peningkatan sebesar 0,4% terjadi pada Q1 2017 dibanding Q4 2016. Sementara pada Q2 2017 terjadi peningkatan sebesar 1,3% dibanding Q1 2017.

Menjelang pilkada 2018, penurunan terlihat terjadi pada kuartal pertama 2018. DKI Jakarta turun sebesar 0,39% (quarter-on-quarter) sedangkan Banten turun 1,8%. Namun hal ini diyakini bukan akibat pilkada, melainkan siklus tahunan.

"Secara nasional, tren harga properti di awal tahun mengalami penurunan sebesar 0,85% pada kuartal pertama 2018 terhadap kuartal keempat 2017. Namun penurunan ini lebih terkait dengan siklus tahunan yakni Hari Raya Idul Fitri, di mana masyarakat sedang fokus pada pengeluaran untuk menyambut hari raya. Peningkatan diharapkan terjadi pada kuartal kedua 2018," ujar Marine.

Langkah aktif pemerintah daerah dalam menjaga gairah industri properti menjadi salah satu faktor yang membuat kepercayaan pelaku industri properti tetap tinggi, seperti yang terjadi di Jawa Tengah. Provinsi ini baru saja menggelar pilkada pada 27 Juni 2018.

"Di Jawa Tengah, calon pembeli rumah tidak terpengaruh. Politik dan properti justru seperti terpisahkan. Kondisi pilkada kemarin rapi dan kondusif, begitu juga dengan media sosial, sehingga tidak memberi pengaruh terhadap properti baik pasar bawah sampai atas," ujar Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Prijanto.

"Jelang pilpres, Pemda justru mendukung atau memberi kemudahan bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah sehingga kondisi pasar properti meningkat, baik dari sisi undang-undang, keuangan, dan lain-lain. Mendekati pilpres, nampaknya makin terlihat peluang bagi masyarakat membeli rumah," ujar Marine.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved