Breaking News:

Pilkada Serentak 2018

Panwaslu Kota Bekasi Selidiki Dugaan Keterlibatan Sekolah Dalam Arahkan Pilihan di Pilkada Serentak

Hal itu berkaitan dengan informasi adanya dugaan pemecatan seorang guru lantaran beda pilihan dan Pilkada serentak, 27 Juni 2018 lalu.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Robiatul Adawiyah guru di Bekasi yang diduga dipecat lantaran beda pilihan di Pilkada. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh salah satu instansi sekolah di Jatiasih.

Hal itu berkaitan dengan informasi adanya dugaan pemecatan seorang guru lantaran beda pilihan dan Pilkada serentak, 27 Juni 2018 lalu.

"Penyelidikan sedang kami koordinasikan dengan Panwascam Jatiasih," Kata Ketua Panwaslu Kota Bekasi Novita kepada TribunJakarta.com, Senin, (2/7/2018).

5 Wisatawan Tergulung Ombak di Pantai Parangtritis, 2 Orang Hilang

Sementara, Kepala Divisi Penindakan Panwascam Jatiasih Bayu Tri Anggoro mengatakan, pihaknya masih melakukan kajian terhadap yang menimpa seorang guru apakah masuk ke dalam pelanggaran pemilu.

"Kami masih kaji lebih mendalam apakah masuk ke pidana pelanggaran pemilu, karena kejadiannya juga tersebar di media sosial," kata Bayu.

Sebelumnya ramai diperbincangkan, seorang guru bernama Robiatul Adawiyah Guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Maza diduga dipecat lantaran berbeda pilihan dengan pihak Yayasan pada Pilakda Serentak Wali Kota Bekasi dan Gubernur Jawa Barat.

Robiah sapaan akrabnya diberhentikan melalui grup Whatsapp Sekolah. Dugaan pemecatan ini viral setelah suaminya Adriyanto mengungkap percakapan WhatsApp ke media sosial Facebook.

4 Fakta Nining Sunarsih Ditemukan Hidup Usai 17 Bulan Hilang Terseret Ombak di Pelabuhanratu

Setelah di dikonfirmasi Robiah membenarkan percakapan tersebut.

Namun pihak sekolah melalui salah satu guru bernama Tri membantah adanya pemecatan ataupun pengarahan oleh pihak Yayasan agar memilih salah satu pasangan calon tertentu.

Panwascam Jatiasih juga telah mendatangi Robiah beserta Keluarga di kediamannya di RT 01 RW 03, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi Sabtu (30/6) kemarin. Kedatangannya sebagai langkah lanjutan informasi dugaan pemecatan guru karena beda pilihan saat Pilkada.

"Namun pihak yayasan telah islah kepada yang bersangkutan (Robiah) untuk didamaikan secara kekeluargaan pada 29 Juni lalu," kata Bayu

Selanjutnya pihak Panwascam berencana akan melakukan konfirmasi kepada Yayasan Daarunnajaat Maza.

"Ini kita terus kaji dan berkoordinasi dengan Panwaslu Kota Bekasi," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved