Breaking News:

Yayasan Merasa Tercemar, Usai Kasus Perselisihan Guru Terkait Pilihan Pilkada

Yayasan Daarunaajaat Maza yang menaungi Sekolah Dasar Islam Terpadu Darul Maza merasa nama baiknya tercemar.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ketua Yayasan Daarunaajaat Maza Gunawan Subiyanto usai pertemuan di Kantor Disdik Kota Bekasi Jalan Lapangan Tengah, Bekasi Timur, Senin (2/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Yayasan Daarunaajaat Maza yang menaungi Sekolah Dasar Islam Terpadu Darul Maza merasa nama baiknya tercemar.

Hal tersebut menyusul pemecatan seorang guru karena beda pilihan dengan guru lain di Pilkada serentak pada 27 Juni 2018.

"Dari kegiatan atau dari viral di media ini pasti, karena banyak hal yang mengakibatkan nama Yayasan ini menjadi tercemar," kata Ketua Yayasan Gunawan Subiyanto, di kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Senin (2/7/2018).

Pemecatan Robiatul Adawiyah sebagai guru SDIT Darul Maza didiuga lantaran berbeda pilihan dengan pihak Yayasan pada Pilakda Wali Kota Bekasi dan Jawa Barat.

Robiah sapaan akrabnya, diberhentikan melalui grup Whatsapp Sekolah.

Dugaan pemecatan ini viral setelah suaminya Adriyanto mengungkap percakapan WhatsApp ke media sosial Facebook.

Kedua belah pihak dikabarkan sempat bertemu di kediaman Robiah di RT 01/03, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (30/6/2018) lalu.

Dalam pertemuan tersebut keduanya telah memutuskan untuk islah dan saling memaafkan.

Percakapan guru Robiah dengan guru pengurus
Percakapan guru Robiah dengan guru pengurus ()

"Begitu sudah ada tabayun, sudah ada saling memaafkan, supaya memberitahukan kepada keluarganya, karena dalam hal ini yang gencar di medsos adalah suaminya," ucap Gunawan.

Dia berharap dari kejadian ini, bisa menjadi pembelajaran bagi pihak Yayasan dan pengurus sekolah, agar ke depan tidak terulang lagi.

Serta untuk Robiatul Adawiyah bisa menjelaskan kepada pihak keluarga khususnya yang berkaitan dengan konten viral di media sosial.

"Karena viral di media sosial juga ada undang-undangnya, Undang-Undang ITE, jangan sampai nanti menjadi masalah," jelas dia.

Terkait ungkapan visi misi yang diucapkan oknum pengurus yayasan dalam percakapan grup Whatsapp sekolah tentang dugaan keterkaitan dengan agenda politik, Gunawan membantah secara tegas.

"Visi misi yayasan adalah visi misi secara umum tidak ada kaitannya dengan afiliasi dengan partai tertentu, partai manapun dan tidak berpolitik praktis," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved