Nilai Tidak Mencukupi Putri Gagal Masuk SMA Negeri
Sisawa lulusan SMP 101 tahun 2018 ini sudah menjajal masuk di enam SMA Negeri yang ada di wilayah Palmerah dan Kebayoran.
Laporan Waratawan TribunJakarta.com, Muhammad Arief
TRIBUNJAKARTA.COM, SLIPI - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK sudah dimulai di DKI Jakarta.
Orangtua dan para siswa berburu sekolah negeri pilihan di wilayah masing-masing.
Siswa yang nilai ujiannya tinggi bisa melenggang masuk ke sekolah yang dipilihnya, tapi tidak sedikit yang kecewa karena kalah bersaing.
Seperti yang dialami Putri (14) yang gagal masuk ke SMA negeri karena nilainya tidak mencukupi.
• Rekapitulasi Suara Sementara Paslon Tunggal Tangerang Memimpin, Arief Mengaku Sangat Puas
Sisawa lulusan SMP 101 tahun 2018 ini sudah menjajal masuk di enam SMA Negeri yang ada di wilayah Palmerah dan Kebayoran.
Namun cita-citanya yang ingin bersekolah di SMA Negeri harus kandas karena ia tidak memiliki kualifikasi nilai yang mencukupi.
Permintaan standart nilai yang diminta setiap sekolah membuat dirinya tersisih dengan siswa lainnya.
• Dikabarkan Pendaftaran PPDB Online Tangsel Eror, Pendaftar Diminta Datangi 3 Posko Ini
"Rata-rata SMA Negeri minta nilai diatas 7,25," katanya kepada TribunJakarta.com, Rabu (4/7/2018).
Padahal Putri ingin kembali satu SMA dengan teman-teman lainnya yang bisa masuk ke Sekolah Negri.
"Mau bareng temen dari sini kan enak kalo sudah lama kenal," ujarnya.
Anto, ayah Putri yang turut mendampingi untuk mengambil legalisir SKHUN di SMP 101 mengatakan, dia terpaksa memasukan anaknya ke SMA swasta lantaran tidak ada sekolah terdekat yang bisa menerima.
"Maunya yang deket dengan rumah saja, namun memang tidak ada yang bisa menerima," katanya.
• Meski Mengantre, Ribuan Pencari Kerja Antusias Ikuti Job Fair Nasional 2018 di Depok
Menurut dia, jika anaknya bisa sekolah di SMA Negeri tentunya lebih baik.
Mengingat cara belajar mengajar dan biaya lebih terjangkau.
"Namanya sekolah Negeri pasti lebih baik, apalagi di Jakarta ini biaya sekolah Negeri gratis," ujarnya.
Meski demikian, Putri dan ayahnya tidak kecewa dengan hal tersebut.
Mereka berharap kualitas yang diberikan sekolah SMA Negeri dan swasta bisa seimbang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/suasana-ppdb-online_20180703_162644.jpg)